Rektor Universitas Teknokrat Ingatkan Esensi Berkurban di Masa Pandemi
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Menurut Nasrullah, kurban bukan ibadah sekali seumur hidup, melainkan bagi merrka yang punya kemampuan bisa berkurban setiap tahun.
"Budaya berkurban membuat pribadi kita semakin kuat dalam keimanan dan ketakwaan. Serta menjadi pribadi yang mempunya filantropi yang kuat di tengah masyarakat," tandasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Teknokrat Indonesia Dr H. Mahathir Muhammad menambahkan bahwa mahasiswa juga bisa berkurban dengan berkelompok.
Mereka bisa menyisihkan uangnya selama beberapa waktu dan membentuk kelompok. Bagi yang baru sanggup berkurban kambing, didorong untuk merealisasikannya.
"Sedangkan mereka yang mempunyai keuangan cukup baik bisa membentuk kelompok dan berkurban satu ekor sapi," ucapnya.
Mahathir menegaskan bahwa berkurban di masa muda akan melatih keimanan dan ketakwaan.
"Termasuk melatih sifat kedermawanan di tengah masyarakat," tandasnya. (*)
Rektor Universitas Teknokrat
Nasrullah Yusuf
Berkurban
Pandemi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
