Rektor Universitas Teknokrat Ingatkan Esensi Berkurban di Masa Pandemi

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

14 Juli 2021 01:07 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Rektor UTI HM Nasrullah Yusuf. Foto: Dok Rilisid Lampung
Rilis ID
Rektor UTI HM Nasrullah Yusuf. Foto: Dok Rilisid Lampung

Menurut Nasrullah, kurban bukan ibadah sekali seumur hidup, melainkan bagi merrka yang punya kemampuan bisa berkurban setiap tahun.

"Budaya berkurban membuat pribadi kita semakin kuat dalam keimanan dan ketakwaan. Serta menjadi pribadi yang mempunya filantropi yang kuat di tengah masyarakat," tandasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Teknokrat Indonesia Dr H. Mahathir Muhammad menambahkan bahwa mahasiswa juga bisa berkurban dengan berkelompok.

Mereka bisa menyisihkan uangnya selama beberapa waktu dan membentuk kelompok. Bagi yang baru sanggup berkurban kambing, didorong untuk merealisasikannya.

"Sedangkan mereka yang mempunyai keuangan cukup baik bisa membentuk kelompok dan berkurban satu ekor sapi," ucapnya.

Mahathir menegaskan bahwa berkurban di masa muda akan melatih keimanan dan ketakwaan.

"Termasuk melatih sifat kedermawanan di tengah masyarakat," tandasnya. (*)

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

Rektor Universitas Teknokrat

Nasrullah Yusuf

Berkurban

Pandemi

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya