Produk Jurnalistik Bukan Berdasarkan Katanya, Sepertinya dan Rasanya

Sulaiman

Sulaiman

Bandarlampung

27 Juli 2023 20:53 WIB
Ragam | Rilis ID
Wakil Ketua Dewan Pers M. Agung Dharmajaya saat menyampaikan materi di diskusi publik PWI Lampung di Hotel Golden Tulip Bandarlampung, Kamis (27/7/2023). Foto: Kalbi Rikardo
Rilis ID
Wakil Ketua Dewan Pers M. Agung Dharmajaya saat menyampaikan materi di diskusi publik PWI Lampung di Hotel Golden Tulip Bandarlampung, Kamis (27/7/2023). Foto: Kalbi Rikardo

RILISID, Bandarlampung — Produk jurnalistik sangat berbeda dengan apa yang dibuat oleh masyarakat di media sosial. Perbedaan tersebut terletak pada kebenaran informasi yang disampaikan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Dewan Pers M. Agung Dharmajaya saat menjadi pemateri di diskusi publik PWI Lampung dengan tema "Medsos Bukan Produk Pers" di Hotel Golden Tulip Bandarlampung, Kamis (27/7/2023).

Agung mengatakan, profesi wartawan sangat menjaga kepercayaan publik. Oleh sebab itu, dalam membuat berita baik tulis video atau foto harus melakukan cek n ricek setelah mendapatkan informasi terutama dari media sosial.

Menurutnya, seorang wartawan tidak diperkenankan menulis keterangan dari narasumber yang tidak mengetahui pasti sebuah peristiwa dan hanya mengatakan katanya atau kemungkinan.

"Memilih narasumber boleh lebih dari satu, tapi yang terpenting harus jelas, kredibel dan yang disampaikan adalah fakta, bukan sebatas katanya, atau rasanya," ujarnya. L

Agung juga mencontohkan, perbedaan antara produk pers dan juga media sosial. Di media sosial seseorang bisa saja membuat informasi misalnya "Pringsewu Terjadi Tsunami".

Dengan informasi tersebut, mungkin orang Lampung akan tertawa mendengarnya, karena mengetahui di Pringsewu tidak ada laut. 

"Tetapi orang di Pulau Jawa mungkin akan percaya, bahkan ikut menyebarkan informasi tersebut," ungkapnya.

Oleh sebab itu, yang harus dikuatkan oleh insan pers adalah penguatan literasi kepada masyarakat pengguna media sosial. 

Insans pers, harus bisa meyakinkan masyarakat, apabila mendapatkan berita yang bersumber dari Medsos adalah bohong, dan harus menguji informasi tersebut.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sulaiman
Tag :

Produk Jurnalistik

Medsos

Dewan Pers

PWI Lampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya