Prodi Akuntansi Darmajaya Kembali Hadirkan Praktisi untuk Mata Kuliah Teori Portofolio dan Analisis Investasi
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Program Studi (Prodi) Akuntansi kembali menghadirkan dua praktisi dalam Kelas pada mata kuliah Teori Portofolio dan Analisis Investasi pada Selasa (20/12/2022).
Kedua praktisi itu adalah Umi Haryati, dari Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung dan Juan Sha Sha dari Phintraco Sekuritas. Keduanya menyampaikan mengenai pasar modal dan pembukaan akun Rekening Dana Nasabah (RDN) dalam kelas yang diampu Dian Mustika, S.E., M.Sc.
Umi mengatakan dalam pasar modal memiliki resiko. "Teman-teman di usia 15 hingga 20 tahun tugasnya menimba ilmu, menerima uang saku, hang out, healing, dan lain-lain. Itu pakai uang orangtua," ungkapnya.
Menurut dia, untuk memenuhi kebutuhan teman-teman di usia tersebut menggunakan uang orangtua. Tetapi ketika usia 25 tahun sampai 30 tahun sudah menggunakan penghasilan sendiri.
"Usia 30 tahun ke atas sudah membiayai kebutuhan anak. Maka semakin meningkatnya umur, biaya kebutuhan juga meningkat," ujarnya.
Dengan penghasilan yang tidak bertambah, lanjut dia, tak akan pernah tercukupi untuk memenuhi biaya kebutuhan tersebut.
"Bagaimana kalau tidak meningkatkan penghasilan, tidak dapat mencukupinya. Di usia berapa kalian ingin pensiun? Bahkan ketika masa pensiun masih bekerja," ujarnya.
Umi--biasa dia disapa—mengatakan cara untuk memenuhi kebutuhan dan menyiapkan pensiun sedini mungkin dengan menabung ataupun berinvestasi.
"Kenapa kita harus berinvestasi karena kita memiliki kebutuhan," bebernya.
Berinvestasi, lanjut dia, juga untuk merencanakan pensiun.
Prodi Akuntansi Darmajaya
Kembali Hadirkan Praktisi
Mata Kuliah Teori Portofolio dan Analisis Investasi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
