Meski Lesu, Omzet Cincau Hitam Sebulan Masih Rp20 Juta

Default Avatar

Anonymous

Bandarlampung

2 Juni 2018 07:00 WIB
Potret | Rilis ID
Proses pembuatan cincau hitam di rumah produksi di Jalan Abimanyu RT 1, Jagabaya I, Wayhalim, Jumat (1/6/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ El Shinta 
Rilis ID
Proses pembuatan cincau hitam di rumah produksi di Jalan Abimanyu RT 1, Jagabaya I, Wayhalim, Jumat (1/6/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ El Shinta 

”Kemudian baru kita potong-potong sesuai ukuran, biasanya satu loyang bisa menghasilkan 39 potong cincau hitam," terangnya. 

Namun belakangan, pesona dari cincau hitam ini mulai memudar. Aneka jenis minuman dan makanan berbuka puasa yang kekinian, menggeser cincau hitam hanya menjadi bahan pelengkap takjil. 

"Dulu saya bisa pesan 4 ton hanya untuk Ramadan. Sekarang 2 ton. Sehari, biasanya saya bisa buat 100 loyang. Tahun ini 50 loyang saja. Pekerja saya juga berkurang dari 8 orang menjadi 3 orang karena turunnya peminat," tutur Zulkifli.

Selain menjual cincau hitam, Zulkifli bersama istrinya juga menjual cendol dan pacar cina. 

"Cendol dan pacar cina kita jualnya Rp2 ribu untuk ukuran plastik besar dan Rp1.000 untuk ukuran kecilnya. Untuk Ramadan ini omzet saya bisa Rp20 juta," tandasnya. (*)

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya