Merasa Diskusi Diasingkan, Rocky Menilai Penolakan Kampus sebagai Penghinaan Intelektual
Muhaimin Abdullah
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Pengamat politik nasional, Rocky Gerung, benar-benar kesal lantaran diskusi yang harusnya diadakan di Universitas Lampung (Unila) dipindah ke GSG Pahoman, Kamis (14/9/2023).
Diskusi bertemakan 'Menatap Indonesia Maju: Tentang Masa Depan Global dan Middle Income-Trap', yang digelar BEM FEB Unila ini tidak mendapat izin dari pihak Unila.
Entah apa yang ada di pikirannya, Rocky kemudian malah menceritakan pengalamannya ketika naik ke gunung Tanggamus.
Dia mengatakan kalau di atas gunung ada jalan yang khusus untuk babi hutan.
"Babi hutan itu punya mental. Dia enggak mau tahu pokoknya itu jalan dia buat nyari ladang kentang di bawah. Jadi itu perilaku babi hutan, enggak make otak langsung menerobos," katanya.
"Itu di Tanggamus. Mungkin sekarang tidak ada lagi babi hutan di Tanggamus karena sekarang mereka di kampus," lanjutnya.
Usai mengatakan hal tersebut, Rocky terdiam sejenak saat pernyataannya disambut dengan pertanyaan peserta diskusi soal kampus yang ia maksud.
Dengan enteng, Rocky kemudian menjawab, "Kampus yang menggusur saudara-saudara pindah ke pengasingan ini (GSG Pahoman)."
Rocky menyampaikan di dalam kampus seharusnya ada pertengkaran pikiran yang terjadi. Hal ini menurut dia adalah sesuatu yang wajar.
Mimbar akademisi bukan milik rektor, dosen, dan dekan. Tapi milik siapa pun orang yang berpikir. Kampus disebut kampus kalau ada pertengkaran pikiran.
Rocky Gerung
FEB Unila
BEM FEB
Diskusi Publik
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
