Menengok Aktivitas Mahasiswa IIB Darmajaya Sekaligus Penghafal Al-Qur'an
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Mencetak generasi hafizh dan hafizah (penghapal Al-Quran) di Era Disrupsi 4.0 menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi kaum milenial. Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menyiapkan dan memfasilitasi hal tersebut.
Para generasi milenial ini ditempatkan dalam Rumah Tahfiz Darmajaya, di Jalan Pembangunan A6, Korpri, Sukarame, Bandarlampung untuk ikhwan (laki-laki) dengan kebutuhan hidup dipenuhi sehari-harinya.
Untuk yang akhwat (perempuan) berada di Pondok Pesantren Al Firdaus Jalan Sultan Agung, Sepangjaya, Labuhanratu. Penghuni Rumah Tahfiz Darmajaya dan Pondok Pesantren Al Firdaus merupakan mahasiswa dan mahasiswi program beasiswa Hafiz dan Hafizah Al-Quran yang sebelumnya telah memiliki hafalan beberapa juz.
Beberapa kegiatan dilakukan para hafizh dan hafizah selain kuliah di IIB Darmajaya. Para hafizh dan hafizah mengikuti program untuk menyetorkan hafalan setiap harinya kepada ustaz dan ustazah yang sudah dipersiapkan kampus The Best tersebut.
Kini telah terdapat dua hafizh (Suhendro dan Muhammad Saifuddin Mahfudz) dan seorang hafizah (Sin Musri’ah M.A.Q) yang berhasil khatam hapalan 30 juz Al-Quran.
“Ada sepuluh mahasiswa yang tinggal di Rumah Tahfiz Darmajaya,” ucap Fariz Nida Ulhaq, salah satu calon Hafizh 30 juz juga.
Selepas magrib, lanjut dia, dengan teman-teman menyetorkan hafalan baru Al-Quran.
“Liburnya dua kali, malam Jumat dan malam Ahad,” ungkap mahasiswi yang juga Pesilat Lampung ini.
Hal senada disampaikan Sin yang menghuni Ponpes Al Firdaus bahwa aktivitasnya selain berkuliah di kampus biru juga melakukan hafalan Al-Quran. Menurut dia, lima mahasiswi IIB Darmajaya menghuni Ponpes Al Firdaus.
“Menambah hafalan dan mengulang kembali hafalan (murajaah) serta mengaji kitab. Total terdapat lima mahasiswi termasuk saya,” ujarnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
