Mahasiswa Teknik Elektro UTI Belajar Pemanfaatan Limbah Tapioka Jadi Energi Listrik di PT GEH

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

7 Desember 2022 08:04 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Mahasiswa UTI saat melakukan kunjungan ke PT GEH. Foto: Humas Teknokrat
Rilis ID
Mahasiswa UTI saat melakukan kunjungan ke PT GEH. Foto: Humas Teknokrat

RILISID, Bandarlampung — Program Studi Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) telah melaksanakan kunjungan ke PT Gree Energy Hamparan (PT GEH) pada 24 November 2022 lalu.

PT Gree Energy Hamparan merupakan anak perusahaan Cenergi SEA Berhad, Malaysia, yang bergerak di Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan mengkonversi limbah menjadi energi listrik.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 mahasiswa dan beberapa dosen. Di antaranya Qadhli Jafar Adrian, MIT.; Novia Utami Putri, MM., MT.; Achmad Jayadi, M.Cs.; dan Try Susanto, M.Cs.

Menurut Qadhli Jafar Adrian, dalam kegiatan ini mahasiswa mempelajari beberapa hal. Antara lain konversi energi dengan memanfaatkan limbah tapioka menjadi energi listrik, sistem kontrol menggunakan SCADA, monitoring sistem pembangkitan menggunakan IoT.

"Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keilmuan mahasiswa dan dosen di bidang riset energi baru terbarukan," kata Qadhli dalam keterangannya, Selasa (6/12/2022).

Ia menjelaskan hidroponik menggunakan PLTS berbasis IoT yaitu hidroponik tidak perlu menggunakan listrik PLN melainkan menggunan panel surya 100 Wp untuk sumber energi listrik dan juga menggunakan batrai 12V DC sebagai penyimpan daya sementara yang dihasilkan oleh panel surya.

Yang bertujuan untuk menghidupkan pompa air, mikrokontroler, 4 pristaltick pump, relay, sensor TDS, sensor pH, sensor ultrasonic, sensor tegangan dan kran otomatis.

Fungsi keseluruhanya terutama untuk dapat menghidupkan pompa air untuk terus bersirkulasi selama 24 jam, jika air sudah bersirkulasi maka sensor TDS akan mendeteksi air terkandung nutrisi, jika tidak maka pristaltick pump akan aktif secara otomatis mengalirkan nutrisi A dan B.

Sensor pH mendeteksi air saat bersirkulasi jika pH yang di butuhkan tanaman terlalu rendah makan pristaltic pump secara otomatis mengalirkan cairah pH+.

Jika pH yang dibutuhkan tanaman terlalu tinggi maka pristaltic pump mengalirkan cairan pH-. Sensor ultrasonic (water level) berfungsi untuk mengukur ketinggian air.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

Mahasiswa Teknik Elektro UTI

Pemanfaatan Limbah Tapioka Jadi Energi Listrik

PT GEH

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya