Lima Terendah, Prevalensi Stunting Lampung Ditarget Turun 3% pada 2022

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

18 November 2022 18:06 WIB
Ragam | Rilis ID
Foto: Istimewa
Rilis ID
Foto: Istimewa

Dari 15 kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, prevalensi stunting tertinggi ada di Kabupaten Tanggamus 25 persen dan terendah di Kabupaten Tulangbawang 9,5 persen.

Selain itu, Wagub Nunik juga menyampaikan jika pihaknya melakukan pembentukan TPPS dan penguatan implementasi di Posyandu.

"Intervensi yang dilakukan harus tepat sasaran," ungkap Nunik.

Selain itu hal tersebut juga harus didukung dengan data sasaran yang lebih baik dan terintegrasi.

"Jadi penanganan stunting tidak mudah, perlu adanya intervensi yang dilakukan dan itu harus tepat sasaran. Kita juga harus mengevaluasi kekurangan yang selama ini terjadi," imbuhnya.

Kemudian, Nunik juga menyampaikan jika pihaknya akan memberikan dukungan teknis penguatan terkait percepatan penurunan stunting di Lampung.

Dia juga akan mendorong agar BKKBN memperluas keterlibatan institusi non-pemerintah dalam mendukung percepatan penurunan stunting.

Dia juga menyampaikan jika pihaknya akan mengembangkan kebijakan menjamin kesinambungan stranas percepatan penurunan stunting baik di tingkat provinsi dan Kabupaten/kota.

Kemudian, menyusun dan menetapkan program serta kegiatan yang dikoordinasikan dengan TPPS Kabupaten/kota untuk tahun 2023.

"Alhamdulillah di Lampung hampir semua kepala daerah semua sangat semangat dan care terhadap penanganan stunting," ujar Nunik.

Menampilkan halaman 2 dari 4

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

Prevalensi

Stunting

Lampung

2022

BKKBN

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya