Lima Terendah, Prevalensi Stunting Lampung Ditarget Turun 3% pada 2022

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

18 November 2022 18:06 WIB
Ragam | Rilis ID
Foto: Istimewa
Rilis ID
Foto: Istimewa

"Akan tetapi kalau upaya ini tidak disertai administrasi yang masksimal maka akan berpengaruh terhadap penguatan data," ujarnya.

Nunik menyampaikan jika langkah nyata yang dilakukan harus disertai dengan sistem pendataan yang baik.

Sementara itu, Sekretaris Utama BKKBN Tavip Agus Rayanto mengatakan, terdapat dua langkah yang harus dilakukan untuk mempercepat penurunan stunting.

"Jadi ada dua langkah utama yang harus kita lakukan, yang pertama yakni mengevaluasi hasil di tahun 2022, dan yang kedua mempersiapkan upaya dalam menyongsong 2023," ujar Tavip.

Dalam upaya menyongsong tahun 2023, dia mengingkatkan semua pemangku kepentingan harus menyiapkan rencana program dan pengorganisasian.

Dia pun mengatakan bahwa untuk menangani stunting dibutuhkan dua intervensi baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Dia pun mencontohkan ranah intervensi di ranah spesifik.

"Harusnya ketika kita ingin mempercepat penurunan stunting maka harus diperhatikan beberapa kondisi," kata dia.

"Kita harus memperhatikan nutrisi, baik itu tablet penambah darah, masalah gizi dan imunisasi pada anak," sambungnya.

Sedangkan di ranah sensitif, Tavip menuturkan, hal yang harus diperhatikan yakni masalah air minum, sanitasi, bantuan jaminan kesehatan, serta pemberian informasi mengenai stunting kepada masyarakat.

Menampilkan halaman 3 dari 4

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

Prevalensi

Stunting

Lampung

2022

BKKBN

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya