Lima Terendah, Prevalensi Stunting Lampung Ditarget Turun 3% pada 2022
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Angka prevalensi stunting Lampung berdasar hasil survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 adalah 18,5 persen dan berada pada level lima terendah di atas Bali, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Kepulauan Riau.
Dalam Rekonsiliasi Percepatan Penurunan Stunting semester II tahun 2022 yang digelar Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Lampung, Wakil Gubernur yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Lampung Chusnunia Chalim menargetkan angka prevalensi stunting tahun 2022 ini turun tiga persen sehingga prevalensi stunting berada pada angka 15 persen.
Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari sejak Rabu tanggal 16 sampai Jumat tanggal 18 November 2022 di Ballroom Hotel Emersia, Bandar Lampung.
Pada hari pertama, gelaran yang dihadiri perwakilan dari Kabupaten/Kota di Lampung itu dibuka Direktur Bina Penggerakan Lini Lapangan BKKBN Pusat I Made Yudhistira Dwipay dengan sambutan dari Plt Kepala BKKBN Provinsi Lampung Ni Gusti Putu Meiridha.
Pada hari kedua, menghadirkan narasumber Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim yang juga sekaligus menjabat sebagai ketua Tim PPS Provinsi Lampung.
Hadir sebagai narasumber Sekretaris Utama BKKBN Pusat Tavip Agus Rayanto.
Diketahui, rekonsiliasi ini dalam rangka implementasi percepatan penurunan stunting (PPS) tahun 2022 dan konsolidasi rencana PPS tahun 2023.
Dalam acara itu, Wagub Chusnunia Chalim menyampaikan jika pihaknya telah menetapkan target penurunan stunting tingkat provinsi.
"Sesuai arahan bapak Presiden, tahun 2022 prevalensi stunting harus diturunkan sedikitnya 3 persen melalui intervensi spesifik dan sensitif," kata Nunik, sapaan akrab Wagub Chusnunia Chalim.
Berdasarkan hasil survei SSGI tahun 2022, lima provinsi dengan prevalensi stunting terendah terdiri dari Bali (10,9 persen), DKI Jakarta (16,8 persen), DI Yogyakarta (17,3 persen), Kepulauan Riau (17,6 persen) dan Lampung (18,5 persen).
Prevalensi
Stunting
Lampung
2022
BKKBN
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
