Kota Metro, 81 Tahun Lalu dan Sekarang

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

9 Juni 2018 07:00 WIB
Historia | Rilis ID
Kian Amboro, Sejarawan Universitas Muhammadiyah Metro
Rilis ID
Kian Amboro, Sejarawan Universitas Muhammadiyah Metro

Masih banyak pertanyaan yang harus dijawab, dan masih banyak masalah yang harus diselesaikan. Kota Metro yang bervisi sebagai Kota Pendidikan sudahkah benar-benar terwujud? Apakah dengan banyaknya jumlah lembaga pendidikan sudah cukup mewakili tercapaian visi tersebut? Sudahkah terwujud masyarakat yang cerdas, tercerahkan, dan berkemajuan? Kota Metro yang juga bervisi sebagai Kota Wisata Keluarga, apakah telah tercapai? Sudahkan terpetakan potensi-potensi pariwisata ramah keluarga yang juga mampu memberdayakan warganya? Sudahkah Kota Metro menjadi kota yang ramah pengunjung? Apakah Kota Metro telah layak menjadi Kota Sapta Pesona Pariwisata?

Tentunya pertanyaan dan masalah ini hanya bisa dijawab oleh pemerintah serta warga masyarakatnya. Mengapa peran warga masyarakat menjadi penting, karena pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan visi, tidak dapat menjawab sendiri semua pertanyaan, dan tidak dapat menyelesaikan sendiri semua masalah. Karena sejatinya warga masyarakatlah sebagai pemilik kota itu sendiri, maka sinergi antara keduanya menjadi sangat penting dan kunci utama tercapainya visi.

Maka hari ini adalah momen yang tepat untuk berefleksi, sambil bersuka cita merayakan dan mengungkapkan rasa kesyukuran. Dari peristiwa 81 tahun yang diperingati pada hari ini, kita kembali mendapatkan pelajaran dari sejarah, bahwa sejarah menunjukan siapa identitas kita yang sebenarnya.

Sejarah Kota Metro menunjukkan identitas bahwa kota ini didirikan dan dibangun oleh masyarakatnya dengan harapan dan cita-cita, melalui semangat serta kerja keras. Nilai karakter itu tentunya yang hari ini masih terwariskan dan harus ada dalam diri generasi penerus dan warga Kota Metro. Semangat dan kerja keras membangun daerahnya agar senantiasa dapat menjadi lebih baik di masa sekarang dan masa yang akan datang.

History provides identity. History shows us models of good and responsible citizenship. History also teaches us how to learn from our mistakes and those of others. History helps us understand change and societal development. History provides a context from which to understand ourselves and others (Luisa Black, 2011:2).

Mari Belajar dari Sejarah. (*)

Menampilkan halaman 4 dari 4
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya