Keren, Calon Wisudawati Universitas Teknorat Ini Beri Solusi Penanganan Banjir
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Calon wisudawati Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), Nabila Anisa Amara Adma, memberikan solusi mitigasi banjir di Jalan Seroja, Kecamatan Tanjungseneng, Bandarlampung.
Solusinya, penelitian skripsi Nabila ini memberikan analisis dengan merencanakan pembuatan lubang resapan biopori untuk mitigasi banjir di daerah lahan terbatas tersebut.
Dalam skripsi yang berjudul "Mitigasi Banjir perkotaan Melalui Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) Pada Anak Sungai Way Sekampung di Jl. Seroja Kecamatan Tanjung Senang Bandar Lampung", Nabila berhasil merampungkan perkuliahan di Universitas swasta terbaik di Lampung ini.
"Tinggal menunggu waktu wisuda sekitar tanggal 29 Juli 2021," ujar calon wisudawati program studi teknik sipil Fakultas Teknik UTI saat dikonfirmasi Rilisidlampung, Selasa (6/7/2021).
Ia menceritakan, dalam membuat skripsi tentang mitasi banjir ini setelah mendapatkan data debit air tertinggi dari Balai Besar Mesuji Sekampung selama kurun waktu 2 sampai 5 tahun di daerah langganan banjir tersebut.
Kemudian, Nabila melakukan analisis setelah mendapatkan perbandingan dan merencanakan bangunan yang cocok untuk penaggulangan banjir di daerah tersebut.
"Saya menggunakan aplikasi Microsoft Excel untuk menghitung data debit air. Setelah dapat data dan analisis maka solusi terbaik yakni pembuatan lubang biopori untuk di daerah yang sempit lahan tersebut," ungkap Nabila.
Ia mengatakan, pengalaman selama kuliah di Teknokrat sangat berkesan, dimana bukan hanya belajar teori tetapi dari hal praktik pun sangat diperhatikan.
"Kita dituntut sebelum lulus harus bisa melakukan hal-hal dasar seperti menggunakan aplikasi Microsoft Office dan aplikasi yang sesuai di bidang teknik sipil. Jadi ketika lulus kami membawa ilmu yang banyak," pungkasnya (*)
Universitas Teknokrat Indonesia
UTI
Penanganan Banjir
Bandarlampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
