Ini Cerita Dosen IIB Darmajaya Jalani Pelatihan Bahasa Prancis di Kota Nancy
lampung@rilis.id
Bandarlampung
“Kami juga langsung praktik bahasa Prancis ke tempat umum untuk menanyakan harga suatu barang,” terangnya.
Tak hanya itu saja, keduanya juga dikenalkan beberapa sayuran yang seringkali dijadikan menu makanan orang Prancis seperti paprika, kol, brokoli, terong, wortel, jamur dan lain sebagainya.
“Masyarakat Kota Nancy juga helpfull. Kalau ada turis yang menanyakan jalan, mereka membantu, berbeda dari Kota Paris,” imbuhnya.
Hal senada juga dikatakan Dwiyan. Menurut dia, bahwa suhu udara di Kota Nancy dingin.
“Bisa mencapai minus 4 derajat. Orang Prancis juga ketika menyapa wajib menjawabnya misalnya greeting (salam),” ungkapnya.
Ia pun tak kesulitan untuk beradaptasi dengan makanan di Kota Nancy.
“Makanan kentang goreng dengan sayur dan daging kambing. Baru saja kami diundang makan malam oleh penyelenggara course (Cours d'été Nancy) dengan sajian permen khas Prancis bergamot de Nancy, keju, foie grass, wine dan minuman lainnya,” ujarnya.
Dwiyan menambahkan banyak budaya dan kebiasaan yang didapatkannya selama di Kota Nancy.
“Kami belajar bahasa dan budaya. Meskipun sulit untuk mengawali dengan percakapan bahasa Prancis tetapi tidak ada masalah untuk terus belajar,” tutupnya.
Untuk diketahui, Dwiyan dan Sherli mengikuti pelatihan singkat Bahasa Prancis mewakili Warung Prancis IIB Darmajaya atas diraihnya Juara Pertama Video Warung Prancis se-Indonesia yang diselenggarakan Warung Prancis Indonesia dan IFI tahun 2020. Keduanya selama pelatihan tinggal di asrama yang berada di Kota Nancy, Prancis.
Cerita Dosen IIB Darmajaya
Jalani Pelatihan Bahasa Prancis di Kota Nancy.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
