Inhalasi Hydrogen Mahasiswa UBL untuk Bantu Pemulihan Pasien Covid-19

Rahmawati

Rahmawati

Bandarlampung

12 Juli 2021 22:06 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Dandi dan rekannya saat merancang Inhalasi Hidrogen. FOTO: Humas UBL
Rilis ID
Dandi dan rekannya saat merancang Inhalasi Hidrogen. FOTO: Humas UBL

RILISID, Bandarlampung — Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Bandar Lampung (UBL) merancang Inhalasi Hidrogen menggunakan metode elektrolisis untuk meringankan gejala paru-paru akibat covid-19.  

Penelitian ini dilakukan oleh mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Mesin UBL, yakni Dandi Efendi beserta rekan-rekannya, didampingi dosen pembimbing Riza Muhida dan Muhamad Riza.

Dandi menjelaskan prosedur atau langkah-langkah pembuatan Inhalasi Hidrogen dengan alat dan bahan yang mudah didapatkan.

Alat dan bahan yang diperlukan adalah generator hidrogen, air, tabung regulator humidifier, masker oksigen, serta DC power supply.

Sedangkan langkah-langkah pembuatannya juga cukup mudah. Langkah pertama dengan menghubungkan selang dari tabung penampung air ke generator melalui connector in, lalu hubungkan selang dari generator ke tabung humidifier melalui connector out.

Kemudian hubungkan humidifier dengan oksigen mask, dan langkah terakhir hubungkan generator yang telah di rangkai dengan DC power supply.

“Cara kerja alat ini adalah membuat air masuk ke generator HHO, lalu air mengalami proses elektrolisis dan menghasilkan gas HHO (66 persen hidrogen dan 33 persen oksigen). Kemudian gas masuk ke tabung humidifier, lalu gas dialirkan ke oksigen mask,” papar Dandi, Senin (12/7/2021).

Manfaat Inhalasi Hydrogen telah banyak dikemukakan oleh para ahli. Salah satunya menurut dr. Bintang Cristo Fernando, yang juga Kepala Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta.

“Penggunaan hidrogen ini memiliki beragam manfaat dan fungsi, contohnya saat sampai di paru-paru, hidrogen memiliki fungsi sebagai antioksidan yang mendukung detoksifikasi sel. Jika sel-sel di paru-paru itu sedang mengalami toxifikasi seperti CO-nya tinggi, tidak bekerja, atau sedang bengkak, antioksidan berfungsi untuk melakukan detoksifikasi sel,” ungkap Bintang.

Hal itu, lanjutnya membuat sel tersebut terhidrasi dan permukaan sel mitokondria yang sudah terganggu akan baik kembali, sehingga sel dapat bekerja lagi secara optimal seperti biasa dan mempercepat produksi kekebalan tubuh.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Andry Kurniawan
Tag :

UBL

Inhalasi Hydrogen

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya