Guru PAUD Lampung Diminta Tingkatkan Kompetensi Mengajar yang Atraktif dan Menyenangkan
Tampan Fernando
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diminta untuk terus meningkatan kompetensi agar dapat membuat pembelajaran yang aktif dan atraktif.
Para guru PAUD juga harus bisa mengajar para siswa dengan cara yang menyenangkan dan membangun kemampuan literasi numerasi anak secara bertahap.
Hal itu disampaikan Ketua Pokja Bunda Paud Provinsi Lampung Rusdiana Adi Erlansyah saat membuka Seminar dan HUT Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) PGRI ke-73 di Balai Keratun, Selasa (11/07/2023).
Rusdiana mengatakan, pendidikan usia dini merupakan pendidikan yang sangat fundamental sebagai dasar pengetahuan, sikap dan keterampilan anak.
“Keberhasilan proses pendidikan pada masa dini menjadi dasar untuk proses pendidikan selanjutnya. Maka guru merupakan komponen penting dalam menentukan keberhasilan Program PAUD,” kata Rusdiana mewakili Bunda PAUD Lampung, Riana Sari Arinal.
Ia menjelaskan saat ini Kemendikbud Ristek telah meresmikan program Gerakan Transisi PAUD-SD melalui kegiatan Merdeka Belajar.
Untuk itu, guru PAUD di Lampung harus berupaya untuk mengakhiri miskonsepsi tentang pembelajaran anak usia dini sesuai dengan program Kemendikbud Ristek.
“Kita perlu membangun fondasi yang holistik agar setiap anak memiliki hak untuk dibina bukan hanya kognitif saja, melainkan juga kematangan emosi, kemandirian, serta kemampuan berinteraksi," lanjutnya.
Dengan keterlibatan semua pihak, Rusdiana berharap setiap anak dapat mendapatkan kemudahan dalam bertransisi dari PAUD ke Pendidikan Dasar.
Sementara bagi peserta didik SD yang tidak pernah mengikuti PAUD, akan tetap mendapatkan haknya untuk mendapatkan pembinaan kemampuan fondasi.
Guru PAUD
anak usia dini
IGTKI
Bunda PAUD Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
