Dewan Pers dan Akademisi Singgung Pemda Lebih Percaya Influencer atau Medsos Ketimbang Media Massa
Sulaiman
Bandarlampung
Menurut Agung, daripada melakukan sosialisi dengan memasang baliho besar atau banner lebih baik melakukan sosialisasi di media massa.
"Bahkan saya pernah berbicara langsung ke KPU, ada tidak di PKPU penegasan kepada konstestan untuk publikasi kampanye minimal 50 persen di media massa, bukan di medsos," ujarnya.
Karena apabila kontestan atau penyelenggara memasang sosialisi di media sosial, menjadikan pembenaran bahwa tempat publikasi itu di media sosial.
"Kita tidak melarang atau melawan peraturan, tapi berikan ruang untuk media massa," ujarnya. (*)
Medsos
Influencer
Media massa
PWI Lampung
Dewan Pers
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
