Bukan Penyakit Langka, Ini Penjelasan Dokter RSUDAM soal Sirosis Hati
Muhaimin Abdullah
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Sirosis hati yang diderita Ahmad Rafaeyza, bayi berusia 1 tahun 7 bulan, bukanlah sebuah penyakit yang langka. Namun cukup banyak ditemui.
"Hanya, sirosis hati pada pasien kebanyakan terlambat ditemukan," beber dokter spesialis anak RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM), M Taufik Perwira Wicaksono, Senin (4/9/2023).
Dokter penanggung jawab Ahmad Rafaeza ini menjelaskan, penyakit ini merupakan kelainan bawaan yang biasanya terjadi pada bayi dikarenakan sumbatan pada saluran empedu ke hati.
"Adanya sumbatan ini bisa membuat kuning bagi si anak. Kalo terus-terusan bisa berdampak pada fungsi metabolisme hati, termasuk fungsi hatinya," ujarnya.
Dokter spesialis anak konsuktan hematologi dan onkologi, Rogatianus Bagus Pratignyo, mengatakan penyakit sirosis ini merupakan komplikasi.
"Jadi dampak lanjut penyakit ini terjadi gangguan metabolisme sehingga proteinnya kurang. Akibatnya, perut pasien buncit dan banyak cairan keluar," jelasnya.
Ia menyampaikan, pada Ahmad sirosis hati ini merupakan penyakit bawaan sejak lahir. Namun, secara teori penyebab dari gangguan empedu ini tidak diketahui.
Dikutip dari alodokter.com, sirosis adalah kondisi ketika organ hati telah dipenuhi dengan jaringan parut dan tidak bisa berfungsi dengan normal.
Jaringan parut ini terbentuk akibat penyakit liver yang berkepanjangan. Misalnya karena infeksi virus hepatitis atau kecanduan alkohol.
Normalnya, hati akan memperbaiki cedera tersebut dengan membentuk jaringan parut.
Sirosis Hati
Penyakit Anak
RSUDAM
Dokter Anak
Ahmad Rafaeyza
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
