130 Santri Lampung Ikuti Seleksi CBT MQKN 2025
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
"Sesi pertama (17 Juni): jenjang Wustha dengan bidang tafsir, fiqh ushul fiqh, dan akhlak. Sesi kedua (18 Juni) diperuntukkan jenjang Ula dan Ulya dengan bidang fiqh, nahwu, dan tarikh. Sesi ketiga (19 Juni): jenjang Ulya dengan bidang tauhid, hadis, ilmu hadis, dan nahwu," jelasnya.
"Semua sesi dilaksanakan mulai pukul 09.00 hingga 14.30 WIB dengan sistem ujian berbasis komputer yang diawasi langsung oleh pengawas pusat dan panitia daerah," tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Erwinto meminta para peserta asal Lampung untuk tampil percaya diri sekaligus tetap rendah hati.
“Kalian membawa nama baik pesantren, kabupaten, dan provinsi. Tunjukkan bahwa santri Lampung siap bersaing secara sehat, cerdas, dan tetap menjunjung adab,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh peserta menjaga kejujuran dalam mengikuti CBT, sebagai cerminan integritas seorang santri.
“Kemenangan sejati bukan semata soal nilai tinggi, tapi bagaimana proses dijalani dengan tekun, jujur, dan ikhlas. Jadikan MQKN ini jalan menuju keberkahan ilmu,” tambahnya.
Selain itu, Erwinto berharap agar pondok pesantren terus menjaga semangat membina ilmu-ilmu klasik (turats) yang menjadi kekuatan utama MQKN.
“Kitab kuning bukan sekadar teks, melainkan cahaya peradaban. Dan kalian, para santri, adalah lentera yang membawa cahaya itu ke masa depan,” pungkasnya. (*)
Santri
kemenag
kanwil kemenag Lampung
Computer-Based Test
Musabaqah Qira’atil Kutub
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
