Di Masa Pandemi Pertumbuhan UMKM Pesawaran di Dominasi oleh Newcomer Anak Muda Kreatif
lampung@rilis.id
Pemaparan selanjutnya dari Zaidirina Wardoyo selaku penggiat ekonomi kerakyatan dan anggota Dewan Riset Daerah (DRD) Pesawaran.
Ia menyatakan di masa pandemi ini UMKM terkena imbas luar biasa. Ada yang menurunkan produktivitas, sampai menutup total usahanya karena tidak mampu bertahan. Padahal, peluang tetap ada.
Tinggal lagi, bagaimana kreasi dari UMKM untuk dapat terus tumbuh dan berkembang. Inventarisasi potensi desa yang beragam untuk pemberdayaan pun diperlukan. Tentunya dengan mengkolaborasikan dengan penerapan teknologi.
Ia mengambil contoh dirinya telah berhasil mendirikan lembaga mikro syariah di tengah pandemi dengan izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membantu UMKM yang berpotensi diberikan pinjaman. Tidak semata memberikan pinjaman, tetapi UMKM tersebut diberikan pelatihan, pembinaan, dan pendampingan.
”Nyatanya mereka mampu tumbuh dan berkembang di tengah pandemi. Bahkan, yang tumbuh dengan baik diberikan pinjaman lebih besar. Sistemnya bagi hasil karena ini syariah,” paparnya.
Dalam pesannya, Zaidirina berharap revolusi teknologi yang merubah fundamental harus mampu memberikan manfaat.
”Manfaatkan keberagaman potensi desa, masyarakat harus turut partisipasi, bukan hanya menunggu. Gerakkan kembali perekonomian di Pesawaran,” tandasnya.
Narasumber selanjutnya adalah Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Saburai, Husna Purnana. Ia menjelaskan dampak wabah ini membuat gejolak yang penuh ketidakpastian. Mulai menurunnya daya beli, sampai banyak perusahaan gulung tikar.
Husna berpendapat, perlu decision maker yang mampu membuat kebijakan untuk mendorong ekonomi kembali tumbuh. Selain itu, penting kebijakan fiskal dan moneter yang mampu membangkitkan kembali nilai investasi yang selama ini menurun.
Menurutnya, era new normal yang diterapkan Juni 2020, merupakan bukti kasih sayang pemerintah untuk tetap menjaga roda perekonomian agar berjalan.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
