Anak Eks Gubernur Vs Adik Bendahara Golkar Lampung Berebut Kursi Ketua DPD II Alot, PK Terbelah

Yudha Priyanda

Yudha Priyanda

Bandar Lampung

17 Desember 2025 13:05 WIB
Politika | Rilis ID
Foto: Dok Rilisid Lampung
Rilis ID
Foto: Dok Rilisid Lampung

RILISID, Bandar Lampung —Perebutan kursi ketua DPD II Golkar Bandar Lampung antara anak mantan Gubernur Lampung Sjachroedin ZP., Handitya Narapati SZP. versus adik kandung bendahara Golkar Lampung Tony Eka Candra, Benny HN Mansyur, kian memanas.


Bahkan, petarungan Handitya Narapati versus Benny HN Mansyur membuat pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Bandar Lampung ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan. Semula, musda dijadwalkan pada 14 Desember 2025.

Penundaan tersebut berdasarkan surat DPD Partai Golkar Provinsi Lampung Nomor: B-22/DPDPG-I/LPG/XII/2025 tentang Persetujuan Penundaan Pelaksanaan Musda XI Partai Golkar Bandar Lampung. Surat itu diteken Ketua DPD Golkar Lampung Hanan A. Rozak dan sekretarisnya, Aprozi Alam.

"DPD Partai Golkar Provinsi Lampung menyetujui permohonan penundaan musda dengan merujuk pada petunjuk pelaksanaan DPP Partai Golkar Nomor JUKLAK-02/DPP/GOLKAR/IV/2025 tertanggal 29 April 2025 tentang penyelenggaraan musyawarah daerah, serta surat DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung Nomor B-77/DPDPG-II/KBL/XII/2025 tanggal 13 Desember 2025 perihal permohonan penundaan Musda XI," demikian bunyi surat Golkar Lampung, dikutip Rabu (17/12/2025).

Sebelumnya, panitia penyelenggara Musda XI Golkar Bandar Lampung mengajukan penundaan berdasarkan laporan panitia penjaringan bakal calon ketua DPD Partai Golkar Bandar Lampung.

Dari hasil verifikasi, Benny H. Nauly Mansyur dan Handitya Narapati SZP. dinyatakan menjadi bakal calon ketua setelah mengembalikan berkas pendaftaran.

Berdasarkan verifikasi dukungan, Benny memperoleh dukungan dari 20 Pimpinan Kecamatan (PK) dan empat surat dukungan dari Hasta Karya dan lembaga sayap. Sementara Handitya didukung sebelas PK.

Tim penjaringan menemukan sejumlah catatan. Di antaranya terdapat 11 surat dukungan PK yang dinilai ganda untuk dua bakal calon, maladministrasi pada sebagian surat dukungan, penggunaan kop surat yang tidak sesuai ketentuan AD/ART dan peraturan organisasi.
Kemudian kesalahan penulisan nama kecamatan dalam surat dukungan, seperti Kecamatan Teluk Labuhan Ratu dan Kecamatan Teluk Way Halim, serta ketidaksesuaian cap atau stempel PK sebagaimana diatur dalam peraturan organisasi.

Atas dasar itu, panitia menilai keabsahan dukungan masih perlu diklarifikasi dan mengusulkan penundaan musda.
Pimpinan Kecamatan Teluk Betung Timur, Wilan Kesumajaya, menyampaikan protes penundaan musda.

Dia juga menyampaikan bahwa 11 Pimpinan Kecamatan menyatakan dukungan kepada Handitya Narapati SZP sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung periode 2025–2030.

“Secara terbuka kami menyatakan dukungan kepada Handitya Narapati Sjachroedin Zainal Abidin Pagaralam sebagai calon ketua DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung, dengan mengamanahkan suara kelurahan melalui pimpinan kecamatan,” ujar Wilan.

Ia menyebutkan, para pimpinan kecamatan dan kelurahan mendesak agar Musda XI segera dilaksanakan.

“Musda harus segera digelar karena ini menyangkut arah dan keberlangsungan organisasi partai ke depan,” katanya.

Wilan juga menegaskan penolakan terhadap segala bentuk intimidasi kepada pimpinan kecamatan maupun kelurahan terkait dukungan politik dalam Musda. Para kader, lanjutnya, berkomitmen mendukung proses demokrasi yang jujur, terbuka, dan transparan.

“Pernyataan sikap ini kami sampaikan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, tanpa paksaan dari pihak manapun,” tegasnya.

Sebanyak 11 Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Kota Bandar Lampung yang menyatakan sikap tersebut berasal dari Kecamatan Enggal, Teluk Betung Timur, Teluk Betung Barat, Bumi Waras, Kedaton, Panjang, Tanjung Senang, Way Halim, Sukarame, Labuhan Ratu, dan Langkapura.

Sementara itu, Pimpinan Kelurahan Perumnas Way Kandis, Zikri, menyampaikan alasan dukungan kader kelurahan kepada Handitya Narapati SZP. Menurutnya, Handitya merupakan kader Partai Golkar yang memiliki pengalaman di pemerintahan dan legislatif.

Ia menilai pengalaman Handitya sebagai Wakil Bupati Pringsewu serta anggota DPRD Provinsi Lampung dari Daerah Pemilihan Bandar Lampung menjadi modal penting dalam memimpin partai.

“Dengan rekam jejak tersebut, kami yakin beliau mampu memperkuat dan membesarkan Partai Golkar di Kota Bandar Lampung,” ujarnya. (*)
Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

Anak Eks Gubernur

Adik Bendahara Golkar Lampung

Kursi Ketua DPD II

Golkar Bandar Lampung

PK Terbelah

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya