Survei LKPI: Lukman Edy-Hardianto Unggul di Pilgub Riau

Sukma Alam

Sukma Alam

Jakarta

9 Juni 2018 00:01 WIB
Elektoral | Rilis ID
Ilustrasi: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
Ilustrasi: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Jakarta — Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) merilis survei di Pemilihan Gubernur Riau 2018. Hasilnya eletabilitas Lukman Edy dan Hardianto meraih suara terbanyak dibanding dengan tiga kandidat lain.

“Lukman Edy-Hardianto dipilih oleh 33,2 persen atau naik sebanyak 1,8 persen dan Syamsuar–Edy Nasution yang bersaing ketat dpilih sebanyak 25,6 persen atau naik hanya 0,5 persen. Sedangkan pasangan Firdaus-Rusli Effendi naik 1 persen menjadi 12,3 persen, dan Arsyadjuliandi Rachman-Suyanto naik 1,1 persen saja menjadi 11,2 persen,” kata Direktur Eksekutive LKPI, Arifin Nur Cahyono, Jumat (8/6/2018).

Sementara, untuk akseptabilitas atau tingkat kesukaan masyarakat Lukman Edy-Hardianto 80,3 persen disusul Syamsuar-Edy Nasution 78,2 persen. “Sedangkan Firdaus-Rusli Efendy tingkat akseptabilitas sebesar 70,2 persen, dan pasangan petahana Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno meraih tingkat akseptabilitas terendah hanya 68,2 persen,” paparnya.

Survei ini dilakukan pada  24 Mei-6 Juni 2018 menggunakan metode multi stage random sampling. Jumlah sampel adalah 1.985 responden dengan margin of error +/- 2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden tersebar di 397 desa/kelurahan, 166 kecamatan, 12 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Riau.

Metode pengumpulan data adalah responden terpilih diwawancara secara tatap muka  menggunakan kuesioner. Setiap  pewawancara  bertugas mewawancarai 5 responden untuk setiap satu kelurahan/desa. Kendali mutu survei adalah pewawancara lapangan minimal mahasiswa atau sederajat dan mendapatkan pelatihan (workshop) secara intensif di setiap pelaksanaan survei.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya