Soal Rekomendasi PDIP, Pengamat Nilai Ada Tarik-Menarik di DPP
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Tidak keluarnya serentak pengumuman rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan menunjukkan masih adanya tarik-menarik dukungan di DPP partai berlambang banteng moncong putih itu.
Hal itu disampaikan pengamat politik asal Fisip Universitas Lampung (Unila) Tony Wijaya. Dia menilai, masih ada lobi-lobi kuat yang dilakukan bakal calon kepala daerah yang melamar di PDI Perjuangan di DPP PDIP.
”Itulah mengapa tidak keluar rekomendasi tersebut secara serentak. Maka, yang sudah final, lebih dulu diumumkan,” ucapnya kepada Rilis Lampung, Rabu (26/2/2020).
Sementara, Pengamat Politik lainnya asal Unila Darmawan Purba melihat hal itu lantaran DPP PDI Perjuangan masih sangat berhati-hati.
Apalagi, kata Darmawan, di antara 8 daerah itu, kebanyakan kader PDI Perjuangan yang ikut mencalonkan diri di Pilkada. Dan PDI Perjuangan ingin memastikan bahwa balonkada yang diusung dapat dipastikan menang di Pilkada.
”Orientasi PDI Perjuangan ini kemungkinan karena melihat kans kemenangan. Kemudian dalam kontestasi Pilkada itu, setiap kemungkinan bisa saja terjadi. Misalnya, yang punya potensi menang, justru kemudian tidak mendapatkan rekomendasi. Maka, ini yang menjadi keseriusan PDIP untuk teliti mengeluarkan rekom,” nilainya.
Karena, terus dia, motif politik setiap parpol adalah memenangkan perhelatan Pilkada. Kepentingan itulah yang menjadi acuan mereka memilah-milah calon.
”Seharusnya memang parpol itu jika dia percaya dengan kadernya sendiri tidak perlu open rekrutmen calonkada. Tapi kan kita tidak tahu di dalamnya apakah ada motif-motif ekonomi politik lainnya. Dan itu kan sudah jadi rahasia publik,” ungkapnya.(*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
