Sam Aliano Jadi Capres, Aktivis Ini Siap Jadi Cawapres
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Jaringan '98 menyambut baik niatan Sam Aliano yang telah mendeklarasikan diri sebagai Capres 2019 pada April 2018 yang lalu. Bahkan, Ricky Tambah, selaku jubir para aktivis ini siap jadi cawapresnya.
"Saya siap jadi Cawapresnya Bapak Sam Aliano. Banyak ide-ide segar dan bernas yang muncul dari beliau sehingga menggugah kesadaran bahwa kini telah tiba saatnya generasi muda tampil di puncak kepemimpinan nasional," kata Ricky dalam pesannya ke rilis.id pada Jumat (8/6/2018).
Dalam catatannya, Sam Aliano sangat nasionalis dan cinta Indonesia. Pengusaha yang aktif di banyak organisasi itu menilai, negara ini sangat kaya raya, namun tak berbanding lurus dengan masyarakatnya,
Karena, banyak warganya yang masih susah dan belum sejahtera. Bahkan, sebagian ada juga yang rela meninggalkan Indonesia demi jadi TKI di negeri orang.
"Soal asal-usul Pak Sam yang keturunan Turki, saya rasa tak perlu diributkan, karena toh kita sudah terbiasa juga dengan berbagai kebijakan impor pangan, tenaga kerja asing dan lain sebagainya," ujar dia.
Selain itu, visi misi untuk melawan korupsi, menghapus utang negara dan menggratiskan umrah untuk seluruh warga Indonesia, sangat tepat dan relevan bagi kondisi kekinian.
Hal-hal tersebut diyakini akan membawa kemajuan dan kesejahteraan mayoritas rakyat yang kerapkali hanya menjadi obyek janji palsu para pemimpin terpilih sejak era pemilihan langsung.
Tak hanya omongan, Sam juga terbukti beberapa kali melakukan gerakan membela kebenaran dengan melaporkan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Bareskrim Polri.
Waktu itu atas dugaan penghinaan Ketua Umum MUI Maruf Amin, isu penyadapan mantan Presiden SBY, juga fitnah peserta aksi 411 mendapat bayaran Rp 500 ribu.
"Mohon doa seluruh rakyat Indonesia. Semoga nawaitu saya menyatakan kesiapan diri menjadi bakal cawapresnya Pak Sam Aliano akan menjadi sebuah alternatif yang mencerdaskan rakyat dan membawa kemaslahatan nusa bangsa," tambah dia.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
