Rakyat Jangan Tergoda Politik Uang, Wakil Ketua KPK: Ingat Dampaknya
Rilis.id
Jakarta
RILISID, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghimbau masyarakat agar tidak memilih calon pemimpin korup dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 27 Juni nanti.
Warning lembaga antirasuah ini makin gencar menjelang hari pemungutan suara. KPK mengingatkan pemilih agar lebih bijak dan teliti saat mencoblos calon kepala daerah, baik gubernur maupun bupati/walikota.
“Beban berat itu bisa datang dari janji-janji yang tidak realistis, politik uang, tidak konsisten kata dan perbuatan," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang seperti dilansir rilis.id, Senin (11/6/2018).
Saut menegaskan agar rakyat tidak terjebak untuk memilih calon yang punya rekam jejak soal politik uang. Meskipun dikatakannya, rakyat biasa tergoda ketika diiming-imingi uang, namun harus ingat dampaknya ke depan.
“Memilih pemimpin itu harus dengan pikiran hati dan perbandingan yang detail satu calon dengan calon yang lain. Jangan lihat di permukaan," tuturnya.
Saut berharap masyarakat dapat mencari kelebihan satu calon dari yang lain. Sehingga, kata dia, mencari sosok calon pemimpun yang lebih banyak positifnya daripada negatifnya.
“Dan laporkan kalau ada yang main money politics ke pihak yang kompeten," tegasnya.
Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo juga menyebutkan bahwa 2018 dan 2019 adalah tahun politik dan rawan terkena racun demokrasi. Mengingat, dua tahun tersebut pilihan politik masyarakat di Indonesia akan berbeda.
“Tahun ini adalah tahun politik. Ada dua agenda besar di tahun ini, yakni Pilkada serentak dan Pipres 2019," katanya.
Racun tersebut, menurutnya, tak hanya akan merusak peradaban, namun juga berpotensi merubuhkan sendi kenegaraaan.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
