Prabowo Dinilai Mulai Bermain Opini Publik lewat Survei

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

7 Mei 2018 12:49 WIB
Elektoral | Rilis ID
Jalan sehat bersama Prabowo Subianto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
Rilis ID
Jalan sehat bersama Prabowo Subianto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILISID, Jakarta — Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia, Maksimus Ramses Lalongkoe menilai, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mulai bermain opini publik untuk meningkatkan elektabilitasnya.

Hal itu terlihat dari hasil survei Indonesia Network Election Survei (INES) yang menempatkan elektabilitas mantan Danjen Kopassus di atas Jokowi. 

"Mungkin saja ini sebuah pola khsusus untuk bermain di ranah opini publik," kata Ramses kepada rilis.id, Senin (7/5/2018).

Ramses mengatakan, saat ini memang sedang terjadi perang survei karena adanya perbedaan hasil antara elektabilitas Jokowi dan Prabowo. Sehingga, ujar dia, hasil survei itu justru membuat masyarakat bingung terkait keakuratan data yang berbeda tersebut. 

"Publik berharap data-data yang disajkan dalam survei tersebut benar-benar sesuai fakta dan juga sesuai metodologi ilmiah sehingga hasil survei dapat dipertanggungjawabkan secara akademis," paparnya. 

"Sebab sebagian besar lembaga survei masih menempatkan Jokowi di posisi teratas dengan berbagai indikator yang digunakan," lanjutnya. 

Sebelumnya, hasil survei INES menyatakan Prabowo bisa memenangkan Pilpres 2019 bila menggunakan top of mind. Dalam survei itu, Prabowo unggul dari Joko Widodo dan calon lainnya.

"Prabowo Subianto 50,1 persen, Joko Widodo 27,7 persen, Gatot Nurmantyo 7,4 persen, dan tokoh lain 14 persen," ujar Direktur INES, Oskar Vitriano pada Minggu, 6 Mei kemarin.

Bahkan, jika dilakukan secara tertutup, Prabowo masih unggul 54,5 persen. "Sedangkan Joko Widodo meraih 26,1 persen, Gatot Nurmantyo 9,1 persen, dan tokoh lain 10,3 persen," tambahnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya