Popularitas dan Elektabilitas Jadi Pertimbangan

Default Avatar

Anonymous

Bandarlampung

20 Januari 2020 13:30 WIB
Politika | Rilis ID
Ketua DPW PKS Lampung Ahmad Mufti Salim.FOTO:RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman
Rilis ID
Ketua DPW PKS Lampung Ahmad Mufti Salim.FOTO:RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman

RILISID, Bandarlampung — Partai politik (Parpol) bisa saja mendukung atau mengusung bakal calon kepala daerah (balonkada) yang tidak mendaftar di parpol tersebut. Dengan catatan, popularitas dan elektabilitasnya tinggi. Juga dikehendaki masyarakat. 

Demikian disampaikan Ketua DPW PKS Lampung Ahmad Mufti Salim, Sabtu (18/1/2020). Dia mengatakan, untuk saat ini di PKS sudah empat nama yang mendaftar. Mereka adalah Eva Dwiana, Rycko Menoza, Yusuf Kohar dan Firmansyah. Pihaknya, akan memplenokan hasil pendalaman visi-misi itu pekan depan.

”Sudah empat itu yang mendaftar di PKS. Nah, jika ada kejadian khusus, PKS bisa saja memberikan rekomendasi di luar dari empat itu,” kata Mufti Salim.

Ditanya apakah PKS soal sosok Firmansyah yang tujuannya adalah ingin menjadikan Bandarlampung Berjamaah sama dengan visi PKS berdakwah, Mufti menegaskan sebagai partai politik, partainya bakal lebih dulu mengusung calon dari partai dengan memajukan kader-kader terbaik. Apalagi, di kepengurusan PKS sendiri banyak kader yang mumpuni untuk dimajukan dalam kontestasi Pilkada Bandarlampung.

”Kami akan meminta Pak Firmansyah bersama-sama mencari kelengkapan perahu untuk maju melalui jalur partai. Jika pada akhirya kami tidak mendapat perahu tambahan untuk berkoalisi, semua akan kita bicarakan nanti. Semua juga bergantung dari kesepakatan,” ujarnya. 

Terpisah, Sekretaris DPD Partai Demokrat Lampung Imer Darius menjelaskan, bagi siapapun yang menginginkan diusung partainya harus melewati mekanisme penjaringan Balonkada di partainya.

”Silakan mendaftar, siapapun itu baik yang sudah lama ataupun pendatang baru (Ike Edwin dan Firmansyah) harus melewati mekanisme itu,” kata Imer, Minggu (19/2/2020).

Sementara, Sekretaris DPD Partai Golkar Lampung Supriyadi Hamzah mengatakan, saat ini partainya sedang melakukan tahapan fit and proper test bagi calon kepala daerah yang akan dimulai pada 20 Januari mendatang.

”Jadi, balon kepala daerah atau pun wakil kepala daerah yang sudah mendaftar diwajibkan untuk mengikuti fit and proper test yang akan dimulai 20 Januari 2020. Nanti, setelahnya akan dikirimkan ke DPP di akhir bulan ini, hasil  penilaian dari fit and proper test,” kata dia.

Menurut dia, di luar yang tidak mendaftarm pihaknya tidak bisa mengajukan ke DPP Partai Golkar.
”Paling tidak nanti kita sampaikan tiga nama ke DPP. Artinya, sudah mendekati objektif. Semakin sedikit yang diajukan, itulah yang dilirik DPD,” katanya. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Wirahadikusumah
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya