Politisi Ini Ungkap Biaya Kampanye Jokowi dari Lahan Prabowo

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

20 Februari 2019 18:32 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Jakarta — Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo menyayangkan pernyataan capres nomor urut 01 Joko Widodo dalam debat kedua Pilpres 2019 yang menyerang personal capres 02, Prabowo Subianto dengan menyinggung lahan Hak Guna Usaha (HGU) di Aceh Tengah dan Kalimantan Timur. Di mana menurutnya, Jokowi menyudutkan Prabowo terkait hak pengelolaan lahan tersebut.

“Kami sangat menyayangkan Pak Jokowi menyerang sisi pribadi Pak Prabowo tentang kepemilikan lahan di Kalimantan Timur dan Aceh Tengah. Padahal, KPU melarang bila perdebatan menyerempet sisi pribadi,” ujar Edhy kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Prabowo pun, kata dia, sudah menjelaskan bahwa lahan tersebut adalah lahan HGU milik negara yang dapat diambil kapan saja bila negara memintanya kembali.

Justru, menurut dia, Prabowo rela pasang badan mengelola lahan dengan segala keterbatasan, sebab kata Edhy, Prabowo tak ingin lahan luas tersebut jatuh ke tangan asing.

“Wakil Presiden Bapak Jusuf Kalla, sangat mengerti sejarah pengorbanan Pak Prabowo ini. Dari usaha kelola lahan tersebut, banyak warga yang dipekerjakan, banyak anak-anak yang disekolahkan, banyak kontribusi untuk lingkungan sekitar,” papar anggota DPR ini.

Bahkan, Edhy mengaku, pendapatan Prabowo dari mengelola lahan ribuan hektare itu juga diperuntukkan untuk membiayai Jokowi saat maju di Pilgub DKI 2012 silam.

“Dan yang perlu diketahui bersama, salah satu keuntungan usaha kelola lahan tersebut adalah untuk membiayai kampanye Pak Jokowi saat Pilgub DKI 2012 lalu yang jumlahnya sangat besar,” ungkap Edhy.

Seperti diketahui, Jokowi yang maju bersama Ahok pada Pilgub DKI Jakarta 2012 saat itu didukung oleh PDI-P dan Gerindra.

Bahkan, saat itu Prabowo yang meyakinkan Ketum PDI-P Megawati agar mau mendukung duet Jokowi-Ahok.

Sementara itu, Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Moeldoko menegaskan, Jokowi tak bermaksud menyerang Prabowo soal kepemilikan lahan.

Menurut dia, Jokowi hanya memberikan contoh program redistribusi aset atau tanah kepada rakyat kecil.

"Pak Jokowi kan mengatakan saya ingin membagikan kepada masyarakat kecil-kecil. Saya tidak ingin membagikan yang besar-besar. Sebagai contoh seperti yang Pak Prabowo miliki, yang luasnya sekian-sekian. Itu konteksnya. Itu dalam konteks memberi contoh," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (19/2/2019).

Dia menjelaskan, Jokowi mengatakan hal tersebut saat debat kedua Pilpres, karena sedang membahas reforma agraria. Namun, lantaran waktunya terbatas, penjelasan Jokowi menjadi tak lengkap.

Menurut Moeldoko, Jokowi memiliki program tersebut agar lahan yang ditelantarkan oleh pemegang HGU bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Program tersebut salah satunya lewat perhutanan sosial. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya