Perempuan Jadi Objek Politik Uang, Ini Penyebabnya

Default Avatar

Anonymous

Bandarlampung

20 Desember 2018 13:49 WIB
Elektoral | Rilis ID
Deklarasi perempuan tolak politik uang, politisasi sara dan hoax. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman
Rilis ID
Deklarasi perempuan tolak politik uang, politisasi sara dan hoax. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman

RILISID, Bandarlampung — Perempuan lebih menjadi objek politik uang dari para peserta pemilu.  Beberapa faktor menjadi penyebab perempuan begitu rentan jadi objek politik uang.

“Perempuan dipandang lemah dan terbatas untuk beraktifitas di ruang publik,” terang Yusni Ilham, anggota Bawaslu Kota Bandarlampung dalam workshop tata cara pelaporan pelanggaran pemilu dan deklarasi perempuan tolak politik uang, politisasi sara dan hoax, yang digelar di Ballroom Hotel Emersia Bandarlampung, Kamis (20/12/2018).

Selain itu, menurutnya perempuan masih disebut makhluk yang sangat memegang komitmen sehingga para peserta pemilu pun berani menaruh kepercayaan mereka kepada kaum hawa.

Sementara itu, ditambahkan divisi penjaringan Lembaga Damar, Marya Lumban Gaol, perempuan juga saat ini terbatas diruang publik dan kurang dilibatkannya dalam pengambilan sebuah keputusan. Sehingga menurutnya perempuan seringkali jadi objek dalam setiap pesta demokrasi.

"Perempuan selalu dinilai makhluk nomor dua, gak mendapatkan ruang-ruang untuk belajar, pertama. Kemudian yang kedua perempuan itu selalu mendapatkan area itu di domestic bukan di publik.

Nah, hal-hal atau pandangan ini berakar dari budaya patriaki, budaya yang menomorsatukan laki laki. Sehingga perempuan itu mendapatkan pelabelan nomor dua dan mendapatkan ruang yang sedikit

"Sehingga perempuan yang sebenarnya tidak lemah jadi lemah karena pandangan ini," kata dia.

Hal-hal inilah digunakan banyak parpol yang biasanya melalui media arisan atau majelis taklim itu menggunakan perempuan sebagai objek politik uang itu sendiri.

Untuk memerangi itu, dia mengajak agar para kaum hawa merubah, dengan cara menolak politik uang sendiri.

"Itu menandakan kalau kita punya power sebagai perempuan dan bukan makhluk nomor dua,

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya