Pengamat Sebut Jokowi Main Politik Dua Kaki di Pilkada 2018 

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

28 Juni 2018 23:45 WIB
Elektoral | Rilis ID
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
Rilis ID
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILISID, Jakarta — Peneliti Pusat Penelitian Politik, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Wasisto Raharjo Jati, mengatakan, Presiden Joko Widodo memainkan politik dua kaki di Pilkada Serentak 2018. 

Meski menjaga hubungannya sebagai kader PDI Perjuangan, kata Wasisto, namun Jokowi tetap menggerakkan sendiri jaringan relawannya untuk memenangkan pasangan calon yang diinginkannya di pilkada tersebut.

"Pertama, Jokowi ingin tetap mempertahankan relasinya sebagai kader partai. Kedua, Jokowi ingin memperluas jaringan kawan non partai melalui jaringan relawannya," katanya kepada rilis.id, Kamis (28/6/2018). 

Dari hasil hitung cepat atau quick count Pilkada 2018, imbuh Wasisto, telah membuktikan bahwa konsolidasi relawan Jokowi lebih solid ketimbang mesin PDI Perjuangan. Hal itu menurutnya, bisa menjelaskan bila mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut tak harus bergantung dengan PDIP. 

"PDIP sendiri belum cukup teruji di kawasan-kawasan yang secara tradisional bukan kawasan merah," ujarnya. 

Dia menilai, PDI memiliki masalah pada militansi kader-kadernya dengan melihat hasil Pilkada 2018 tersebut. Sehingga, imbuhnya, hasil Pilkada Serentak 2018 itu bisa menjadi evaluasi bagi PDIP dan partai-partai lainnya untuk mempersiapkan Pilpres 2019 mendatang. 

"Karena memang PDIP juga ada masalah di tingkat militansi kader dalam berkampanye," tandasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya