OTT Pelaku Black Campaign, Tim Ridho-Bachtiar: Aktornya Harus Ditangkap

Default Avatar

Anonymous

Bandarlampung

8 Mei 2018 09:35 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Sulis Wanto
Rilis ID
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Sulis Wanto

RILISID, Bandarlampung — Tim pemenangan Ridho-Bachtiar mengapresiasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap tiga pelaku kampanye hitam (black campaign) oleh aparat Polres Lampung Timur pada Senin siang.

Anggota tim pemenangan Ridho-Bachtiar, Yandri Nazir, mengatakan jika kampanye hitam dibiarkan terjadi, maka akan menciderai proses demokrasi Pilgub Lampung 2018.

“Kami sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran Polda Lampung dan Polres Lamtim serta Panwas Lamtim, karena dalam waktu singkat berhasil melakukan OTT terhadap pelaku kampanye hitam,” katanya kepada Rilislampung.id, Selasa (8/5/2018).

Selain merugikan paslon yang diusungnya, masih kata Yandri, black campaign juga telah mencederai proses demokrasi yang selama ini dijunjung tinggi oleh masyarakat dan semua pihak yang terlibat dalam kontestasi Pilgub 27 Juni.

Karenanya, anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung ini meminta aparat kepolisian dan tim Gakumdu mengusut tuntas aktor di belakang para pelaku tersebut. (Baca: Tiga Pelaku Black Campaign di Lampung Timur Terjaring OTT)

“Semoga menjadi suatu titik terang terungkapnya pelaku-pelaku kampanye hitam di hari yang sama di Lampung Utara, Bandarlampung, Lamsel dan lokasi lain. Bukan hanya pelaku, tapi juga aktor intelektual di belakangnya harus ditangkap,” tegasnya.

Sementara Liaison Officer (LO) Ridho-Bachtiar, Levi Tuzaidi,  juga mengutarakan hal senada. Ia meminta kepada Polres Lamtim dapat mengungkap otak pelaku intelektual yang bermain di belakang layar.

“Kita apresiasi OTT yang dilakukan Polres Lamtim bersama Panwaslu Lamtim terkait black campaign,  dengan berhasil ditangkap semoga dapat membuka titik terang untuk black campaign di tempat lainnya, " ujarnya.

Levi juga berharap tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) lebih berani memutus para pelaku kampanye hitam sehingga memberikan efek jera untuk yang lainnya.

“Pelaku ujaran kebencian ini bisa merusak tatanan demokrasi,  jika dibiarkan merajalela aksinya. Karena membuat orang agar benci kepada yang diujarkan, dan ini tidak baik ketika kita tengah berlangsung proses kampanye Pilgub Lampung," ungkapnya. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya