LO Arinal-Nunik Bantah Lakukan Money Politics di Lapas Rajabasa
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Liaison officer (LO) Arinal-Nunik, Yuhadi membantah telah melakukan money politics di Lapas Rajabasa. Ia bahkan turun langsung untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
“(Money politics) Tidak ada itu yang pembagian di Lapas, itu hoax. Tadi saya ikut ke sana juga memastikan, orang yang ditangkap malah ketawa-ketawa saja,” kata ketika dikonfirmasi rilislampung.id, Selasa (26/6/2018).
Menurut Yuhadi, Arinal-Nunik tidak pernah membagi-bagikan uang untuk mengajak pemilih agar mencoblos jagoannya. (Baca: Money Politics Diduga dari Paslon Nomor 3 Rambah Lapas Rajabasa)
“Kita Arinal-Nunik taat azas peraturan hukum yang berlaku. Tidak pernah bagi-bagi semacam itu, apalagi ini di Lapas, luar biasa itu berarti,” ujar Ketua DPD II Partai Golkar Bandarlampung itu.
Terkait sejumlah aduan money politics di beberapa kabupaten, Yuhadi tetap bersikukuh bahwa tim pemenangan Arinal-Nunik tidak melakukannya.
“Tidak ada kita, enggak ada juga kan simbol-simbolnya. Amplop juga itu kosong saja kan, ya kita enggak ada bagi-bagi itu. Kalau seperti itu bisa saja yang lain, karena kan enggak ada simbol, apalagi ajakan,” tuturnya.
Sementara Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Fatikhatul Khoiriyah telah memerintahkan Panwaslu Kota Bandarlampung untuk mengecek kebenaran video yang beredar terkait dugaan money politics di Lapas Rajabasa.
“Tadi Panwaslu Kota Bandarlampung sudah ke sana, memastikan video tersebut. Bukan OTT tapi ini,” kata Khoir, sapaan akrabnya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
