Kasus Pembakaran Bendera Tauhid, TKN Serahkan ke Polisi
Anonymous
Jakarta
"Jangan-jangan HTI memang memancing Banser untuk marah," ungkap Rumadi.
Sebab, ia mempertanyakan mengapa dalam peringatan Hari Santri malah ada bendera HTI berkibar. Kata dia, itu menjadi satu persoalan sendiri yang harus dicermati.
"Dan benar Banser marah, bendera HTI dibakar. Sebenarnya memang gak perlu dibakar sih. Cukup dilipat saja. Tapi ya sudah terlanjur," sambungnya.
Menurut dia, bisa jadi ini adalah skenario HTI sendiri. Seperti membuat jebakan, khususnya ke pihak Banser. Supaya muncul rasa simpatik pada ormas tersebut.
Permintaan maaf pihak Banser pun tidak akan menjadi jalan keluar atas persoalan tersebut. Isu ini akan terus digoreng, bahkan Banser disebut menistakan agama.
"Lalu, Banser harus dibubarkan. Pelakunya harus dibawa ke penjara. Nanti akan terus dikatakan, Banser penista Islam dan sebagainya," tambah Rumadi.
Ujung-ujungnya pasti akan ditarik pada persoalan pilpres. Di mana muncul persepsi supaya publik tak memilih calon yang didukung penista agama.
"Jadi, HTI sekarang di atas angin. Mereka akan mengelola emosi dan akan terus menggerakkan emosi massa, karena sudah ada yang terbakar," ujar dia.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
