Jelang Cuti, Adipati Serahkan Fasilitas Negara ke Pemkab Waykanan
lampung@rilis.id
WAYKANAN
RILISID, WAYKANAN — Menjelang cuti pada Sabtu (26/9/2020), Bupati Waykanan Raden Adipati Surya menyerahkan seluruh fasilitas negara yang ada padanya kepada Pemkab Waykanan. Di antaranya mobil dinas dan rumah dinas.
Seluruh fasilitas negara yang didapatkannya sebagai bupati itu diserahkan langsung kepada Pemkab Waykanan, Kamis (24/9/2020) malam.
Sesuai aturan, kepala daerah yang mencalonkan diri kembali dalam pilkada harus cuti dan menanggalkan semua fasilitas negara yang didapatnya semasa menjadi kepala daerah.
Deni Ribowo, Juru Bicara Raden Adipati Surya mengatakan, apa yang dilakukan Adipati adalah bentuk kepatuhannya terhadap peraturan dan undang-undang. Itu juga menurutnya sebagai komitmennya sebagai calon bupati.
Menurut dia, Adipati beranggapan, tidak memiliki hak lagi menggunakan fasilitas negara, mengingat siangnya sudah resmi mendapatkan nomor urut sebagai calon bupati.
”Calon kami menunjukkan dan mengajarkan kepada masyarakat luas, kekuasaan itu memang sebuah tujuan yang bisa kita raih, namun bukan dilakukan dengan cara-cara yang tidak baik. Karena kekuasaan yang amanah itu dilakukan dengan hal yang baik,” ujar Deni kepada Rilislampung.id, melalui pesan suara yang dikirimkan lewat WhatsApp.
Deni menjelaskan, Adipati menyadari semua kendaraan tersebut bukan haknya lagi untuk menggunakannya pada saat cuti dari jabatannya. Lain halnya nanti ketika sudah aktif kembali. Semua fasilitas negara tersebut akan pulih dan bisa digunakan menurut peraturan dan UU yang ada.
”Mudah-mudahan komitmen ini akan terus dipertahankan dan Insya Allah pasangan Berani Pasti Aman ini akan patuh terhadap semua peraturan dan UU. Juga selalu menjaga etika, attitude, toleransi antar sesama dan keberagaman,” paparnya.
Itu juga, imbuh dia, merupakan cara pasangan Berani Pasti Aman mengajarkan masyarakat dan semuanya, bahwa pesta demokrasi ini harus dilakukan dengan baik dan sukacita, sehingga tidak boleh ada yang melakukan kecurangan walaupun peluang untuk melakukan itu ada.
”Dan untuk itu, pasangan Berani Pasti Aman menolak melakukannya!” tegasnya.(*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
