Ishak Deklarasikan Maju Pilkada Lampung Selatan
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Mantan sekretaris daerah kabupaten (sekdakab) Lampung Selatan (Lamsel) tahun 2013, Ishak mendeklarasikan diri maju di Pilkada Lamsel 2020.
Ishak yang saat ini masih berstatus PNS di Inspektorat Provinsi Lampung itu siap tempur dan meramaikan bursa pencalonan dalam pilkada Lampung Selatan 23 September 2020.
"Saya sekarang sebagai pejabat fungsional di Inspektorat Provinsi Lampung dan 3 tahun lagi sudah pensiun. Masalah ASN yang harus mundur jika maju pilkada. Sudah saya pikirkan matang-matang konsekuensinya," kata Ishak saat bertemu awak media di Begadang Resto, Bandarlampung, Minggu (19/1/2020).
Mantan Sekda Kota Metro tahun 2017 ini juga mengatakan dirinya terpanggil maju dalam pencalonan tersebut karena diminta dan didukung oleh masyarakat. Kemudian ia juga baru mendapat petunjuk (istikharah) untuk mendeklarasikan diri maju dan meramaikan bursa pencalonan merebutkan kursi nomor 1 di Kabupaten dengan tagline 'Ragom Mufakat atau Bermusyawarah untuk Mufakat'.
"Kebetulan baru saat ini hasil istikharahnya keluar. Insyallah saya maju melalui jalur partai politik bukan jalur perseorangan. Untuk ditempatkan sebagai calon bupati atau calon wakil bupati liat perkembangannya nanti. Saya ingin menjadi manusia yang bermanfaat. Sebaik-baiknya manusia adalah menjadi manusia yang bermanfaat," kata Ishak.
Ishak menjelaskan pada saat tugas di Lampung Selatan dirinya pernah turun langsung menyelesaikan konflik Kerusuhan Balinuraga yang juga menjadi sorotan nasional pada tahun 2012 lalu. Dengan gerak cepat dan kepiawaiannya konflik tersebut dapat diselesaikan hanya kurang lebih sepuluh hari dan saat ini suasananya telah kondusif. Kedepan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif disana harus terus dioptimalkan kembali.
"Menyelesiakan suatu konflik yang pertama kali yang dilakukan adalah menyiapkan hati yang tulus, ikhlas dan berdoa memohon pertolongan kepada Allah SWT agar mendapatkan perlindungan serta kemudahan. Kemudian jalinan komunikasi dengan semua pihak untuk mencegah terjadinya konflik agar tidak meluas," pungkasnya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
