Inilah Pengakuan Tiga Pelapor Dugaan Money Politics
lampung@rilis.id
Bandarlampung
"Saya lagi makan di belakang, kebetulan ada kawan di situ. Dikasih uang tunai Rp50 ribu. Masing-masing pecahan Rp20 ribu dua lembar dan Rp10 ribu satu lembar,” terangnya.
Kepada dia dan kawannya, orang tadi meminta mereka mencoblos Arinal-Nunik. Setelah memberikan amplop, orang tadi langsung pergi.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, mengapresiasi warga yang telah berani melaporkan dugaan money politics di sekitarnya. Bawaslu dan Panwaslu siap melindungi jika ada intimidasi dari pihak-pihak tertentu.
Terpisah, liaison officer Arinal-Nunik, Yuhadi, masih dengan keyakinannya bahwa dugaan money politics ini sengaja dihembuskan pihak-pihak tertentu untuk menjatuhkan pasangan calon jagoannya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
