Ini Penyebab Parpol Jokowi-Prabowo Belum Solid Dukung di Pilpres

Budi Prasetyo

Budi Prasetyo

Surabaya

8 Mei 2018 06:02 WIB
Elektoral | Rilis ID
Prabowo Subianto dan Joko Widodo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
Rilis ID
Prabowo Subianto dan Joko Widodo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILISID, Surabaya — Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura, Mochtar W Oetomo menilai, partai politik pendukung Joko Widodo dan Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden 2019 mendatang masih belum solid. Peta politik baru akan mengerucut setelah Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018 selesai digelar. 

"Saya rasa semua belum solid. Baik koalisi Prabowo dan Jokowi belum terlihat kompak," katanya, Senin (7/5/2018).

Dia mencontohkan, PKS juga masih belum solid mendukung Prabowo di Pemilihan Presiden 2019. Kondisi yang sama juga terjadi di PKB yang menginginkan Muhaimin Iskandar sebagai Cawapres Jokowi. 

"Sampai hari ini yang sudah pasti Gerindra dan PKS. Itu pun koalisi yang diberi syarat, koalisi yang tidak solid," katanya. 

Dia memprediksi, parpol yang paling banyak memenangkan jagonya di Pilkada akan memperoleh bergaining di Pilpres. 

"Kalau membahas pada hari sekarang memang belum afdol. Peta kan masih cair dan segala kemungkinan masih terjadi. Hasil pasca Pilkada serentak akan terbaca lebih terang. Partai yang menang di Pilkada serentak bergaining posisi
yang lebih besar," pungkasnya. 
 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya