Ingat! Popularitas Saja Tidak Cukup
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Pendatang baru di Pilkada Bandarlampung 2020 harus bekerja keras untuk meyakinkan masyarakat layak memimpin kota ini ke depan.
Sebab, modal popularitas saja tidak cukup untuk bertarung melawan kandidat lainnya yang sudah malang melintang di dunia politik. Seperti, Eva Dwiana, Yusuf Kohar, Rycko Menoza, dan Wiyadi.
Demikian disampaikan pengamat politik dari Universitas Lampung Darmawan Purba kepada Rilisid Lampung, Minggu (19/1/2020).
Menurut dia, kehadiran Ike Edwin dan Firmansyah dalam pilkada kota memang bisa menjadi kuda hitam.
Dengan catatan, popularitas dan elektabilitas yang dimiliki didukung dengan pendanaan yang mapan.
Dia menjelaskan, metode penetapan calon kepala daerah oleh parpol saat ini cenderung melihat opini publik terlebih dahulu. Mana calon yang punya peluang besar untuk menang, maka calon itu berpotensi besar untuk didukung.
”Tentu parpol akan dukung calon yang potensi menangnya besar. Atau karena kader parpol sendiri. Atau calon bermodal besar,” nilainya.
Terlebih, cara yang paling meyakinkan untuk pemilih adalah bertatap muka langsung dengan tawaran program yang spesifik sesuai segmentasi pemilih.
”Misal di Panjang yang banyak buruh bermukim di sana. Nah, apa komitmen balon wali kota? Apakah sanggup menaikkan UMK?” jelasnya.
Begitu juga, terus dia, pada segmen lainnya. Intinya, harus punya tawaran yang kongkrit bagi masyarakat. Selain itu, membangun dan menggerakkan komunitas politik.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
