Demokrat Akui 'Jodohkan' AHY dengan JK di Pilpres 2019

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

27 Juni 2018 13:59 WIB
Elektoral | Rilis ID
Agus Harimurti Yudhoyono
Rilis ID
Agus Harimurti Yudhoyono

RILISID, Jakarta — Ketua DPP Demokrat bidang Advokasi dan Hukum Ferdinand Hutahaean mengatakan, tidak menutup kemungkinan Demokrat akan mengajak Jusuf Kalla (JK) maju bersama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam pilpres 2019 mendatang. Ia menyampaikan, usulan itu mulanya muncul dari jajaran kader Demokrat.

"Memang nama pak JK beredar di internal kita untuk salah satu kandidat untuk kemungkinan diusung jadi capres ya. Bersama kader kita itu berkembang. Beredar di internal kita untuk pasangkan pak JK dengan pak AHY itu tidak kita pungkiri," katanya di Wisma Proklamasi, Jakarta, Rabu (27/6/2018).

Menurutnya memang usulan itu sempat dibahas dalam pertemuan Ketuanya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Jusuf Kalla (JK) beberapa hari lalu. Namun tidak secara intensif dan fokus dibincangkan. Sebab menurutnya, rencana itu baru sebatas usulan.

"Memang tidak bicara mengajak 'ayo pak JK', itu belum kesitu tapi opsi JK muncul dari suara-suara internal kita. Tapi secara spesifik pak SBY nggak bicarakan JK-AHY tapi itu suara muncul dari kader kita. Lalu disampaikan ke Ketum dan Ketum meresponnya sebagai sebuah masukan," ungkapnya.

Namun demikian, Ferdinand berujar pembicaraan di internalnya belum sampai menuju rencana mengajak partai Golkar berkoalisi. Ini mengingat partai Golkar masih kuat ingin mengajukan Pak Airlangga Hartanto selaku Ketua Umumnya sebagai pendamping Jokowi.

"Kalau bicara partai belum tentu juga (koalisi) dengan Golkar majunya tetapi kita komunikasi politik dengan tokoh. Kalau dengan partai nanti dulu lah karena kita hormati juga ya partai masih ingin ajukan pak Airlangga wakilnya pak Jokowi," tuturnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya