Bela Prabowo soal Indonesia Punah, BPN: Itu Peringatan untuk Kita Semua

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

19 Desember 2018 23:05 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Jakarta — Direktur Konsolidasi Nasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fuad Bawazier, membela capres Prabowo Subianto terkait pernyataannya yang memprediksi Indonesia akan punah. 

Menurut Fuad, pernyataan Prabowo itu merupakan sebuah peringatan agar masyarakat tidak terbuai dengan kondisi yang ada.

"Pernyataan Prabowo itu lebih sebagai suatu peringatan untuk membangunkan kita semua dari nina bobo, dari terbuai selama ini," kata Fuad di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, Rabu (19/12/2018). 

Dia menilai, selama ini Indonesia tidak dalam jalur yang benar lantaran adanya kekeliruan dalam sistem. Namun, menurutnya, para pelaku ekonomi dari dalam dan luar negeri menjaga situasi yang tidak baik itu demi keuntungan pribadi.

Fuad mencontohkan, adanya ketidakadilan bahwa 1 persen penduduk Indonesia menguasai 50 persen kekayaan Indonesia.

"Itu artinya segelintir orang menguasai pendapatan sampai sekian puluh persen pendapatan Indonesia, itu tidak masuk akal," ujarnya.

Meski banyak kalangan yang mengatakan Indonesia akan menjadi hebat, ujar Fuad, namun pada kenyataannya justru semakin bergantung kepada luar negeri.

Untuk itu, lanjut Fuad, harus lebih banyak pernyataan yang menyadarkan masyarakat dan melawan itu agar bisa bangkit seperti yang dilakukan oleh Prabowo. 

"Kita memang harus optimis, tapi maksudnya optimis yang realistis, bukan optimis yang cuman ditipu-tipu dan dibohongin," tuturnya.

Di tempat yang sama, Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai, pernyataan Prabowo itu mengingatkan masyarakat bahwa Indonesia akan punah bila tidak dikelola oleh pemimpin yang tepat. 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya