Bawaslu Berlakukan Waskat Daerah Rawan Bencana dan Konflik
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Bawaslu Lampung melakukan antisipasi pengawasan daerah rawan bencana dan konflik serta tingkat partisipasi pemilih dalam pemilu rendah. Terkait itu, mereka melakukan pengawasan secara melekat (waskat).
Komisioner Bawaslu Divisi Pencegahan, Iskardo P Panggar mengungkapkan, terkait daerah rawan, pihaknya terus melakukan monitoring dan pencegahan.
"Jadi kita lakukan pengawasan secara melekat, di TPS yang rawan bencana, rawan konfik dan partisipasi rendah," kata Iskardo, Jumat (16/11/2018).
Mantan Ketua KPU Waykanan itu berharap potensi kerawanan dapat dicegah sejak dini, sehingga saat pelaksanaan pemilu sesuai yang diharapkan.
"Kita juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama aktif menyukseskan Pemilu 17 April 2019," katanya.
Selain itu, untuk daerah yang terisolir juga sudah dipetakan, agar akses transportasi bisa dijangkau. "Begitu pun di kampus-kampus," terangnya.
Karena, menurut Komisioner KPU Provinsi Lampung Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Pemilih, Antoniyus bahwa ada 4 daerah rawan bencana dan satu daerah rawan konflik, yakni rawan bencana alam adanya di Kabupaten Tanggamus, Pesisir Barat, Lampung Barat dan Mesuji, sedangkan rawan konflik di Kabupaten Tulangbawang.
"Itu hasil supervisi kita saat memberikan sosialisasi pendidikan pemilih kepada masyarakat yang ada didaerah tersebut," ujarnya.(*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
