Analisis: Perolehan Suara Partai Baru Bergantung Calon yang Diusung di Pileg

Sulaiman

Sulaiman

Bandarlampung

7 Juni 2022 15:04 WIB
Politika | Rilis ID
Pengamat Politik Unila, Budi Kurniawan. Ilustrasi foto: Anto RX/rilis.id lampung
Rilis ID
Pengamat Politik Unila, Budi Kurniawan. Ilustrasi foto: Anto RX/rilis.id lampung

RILISID, Bandarlampung — Menjelang pelaksanaan tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, partai-partai politik (parpol) yang sudah menduduki parlemen maupun yang baru, mulai bergerak untuk mendulang suara.

Pergerakan parpol terlihat mulai dari perekrutan calon anggota legislatif (caleg) sejak dini, saksi-saksi Tempat Pemunggutan Suarat (TPS), dan sosialisasi partai di setiap daerah.

Bahkan membangun koalisi besar seperti yang dilakukan Partai Golkar, PAN, dan PPP yang tergabung Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Menanggapi fenomena ini, pengamat politik yang juga akademisi Universitas Lampung, Budi Kurniawan, menilai berbeda dengan partai besar, partai baru seperti Partai Ummat, Gelora, PSI, dan lainnya diprediksi sulit meraup suara dalam Pemilu mendatang.

Menurutnya, partai baru dapat memenuhi ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT) 5 persen secara nasional saja sudah sangat bagus.

"Sepeti Partai Perindo misalnya, yang sudah banyak publikasi dan uang. Masih sulit mencapai PT. Jadi mereka (parpol) hanya akan menjadi pendukung, bukan pengusung," katanya, Selasa (7/6/2022).

Kalau untuk pemilu legislatif, lanjut Budi, masih ada kemungkinan partai baru memeroleh suara. Seperti Partai Ummat bisa meraup suara di daerah-daerah basis Muhammadiyah. Meski, tidak semua merata jika dibawa ke level nasional.

Kemudian Partai Gelora, bisa jadi mendapat suara di level lokal seperti di Sulawesi Selatan di mana ketuanya, Anis Matta, adalah orang Makasar. 

"Sedangkan PSI, misalnya, hanya dapat suara seperti di Tangerang dan Jakarta serta Surabaya. Kalau nasional tidak dapat," katanya.

Menurut Budi, partai-partai baru untuk mendapatkan suara bergantung pada siapa calon legislatif (caleg) yang diusung. Misalnya di Bandarlampung. Kalau ada tokoh kuat, sekalipun melamar ke Partai Ummat, pasti tetap menang.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

Partai Politik

Pemilu 2024

Caleg

Capres

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya