Ahmad Mufti Salim: Jika Imam Salah Bacaan Salat, Makmum Patut Mengingatkan
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Tepat azan salat magrib berkumandang, selesai pula agenda uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test yang dilakukan jajaran pimpinan PKS Lampung kepada Calon Bupati Lampung Timur, Zaiful Bokhari, Selasa (14/1/2020) di aula rapat, Kantor DPW PKS Lampung.
Setelah selesai fit and proper test, jajaran pimpinan PKS Lampung diantaranya Ahmad Mufti Salim, Ade Utami Ibnu, Johan Sulaiman, dan Tri Mulyono, bersama Zaiful Bokhari bergegas menuju Musala kantor PKS Lampung yang letaknya dibagian depan komplek DPW PKS Lampung.
Salat magrib berjamaah itu dimami Ketua Dewan Syariah PKS Lampung, Tri Mulyono, Calon Bupati Lamtim petahana ini salat di saf pertama.
Menurut Ketua DPW PKS Lampung, Ahmad Mufti Salim, salah satu makna yang terkandung dalam salat berjamaah adalah pentingnya kehadiran pemimpin dan kepemimpinan.
“Ada syarat-syarat untuk menjadi pemimpin dalam salat atau imam salat, begitupun dalam kehidupan termasuk kepemimpinan masyarakat di daerah, tentu saja ada prasyarat-prasyaratnya,” kata Alumni Ponpes Krapyak Yogyakarta ini.
Selain itu, ketua partai yang pernah kuliah di Universitas Kebangsaan Malaysia ini pun menuturkan jika dalam salat berjamaah, ketika imam melakukan kesalahan bacaan atau gerakan salat, makmum patut mengingatkan dengan cara-cara yang telah diatur.
"Maka demikian pula dalam kepemimpinan di masyarakat. Jika pemimpin melakukan kesalahan kebijakan, maka masyarakat pun jangan segan mengingatkan pemimpinannya. Sedangkan ketika pada posisi sebagai pemimpin, maka pemimpin jangan alergi jika ada yang mengingatkan,”tutur Ketua Fraksi PKS DPRD Lampung ini. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
