Eva Dwiana Siap Paparkan Solusi Tangani Banjir, Massa Aksi: Kami Tidak Ingin Dialog di Ruang BerAC
Sulaiman
Bandar Lampung
Wahyu mengakui, utusan Eva Dwiana menawarkan untuk berdialog di lantai atas yang menjadi ruang kerjanya.
Namun massa aksi tegas menyatakan penolakan. Peserta aksi menuntut agar Walikota untuk turun ke halaman dan menemui massa aksi.
Hal itu agar dialog dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat Lampung.
"Kami juga bersolidaritas terhadap korban banjir, kami menolak diskusi di ruangan ber-AC. Kami ingin diskusi digelar secara terbuka," katanya.
Menurutnya, aksi ini akan terus berlanjut sampai walikota benar-benar hadir dan memberi solusi kongkret.
Karena selama ini, banjir di Bandar Lampung justru semakin parah. Jika pada 2019, sekitar 2000 an rumah terdampak banjir.
"Pada 2025 lebih dari 14 ribu rumah terendam. Bahkan banjir merenggut delapan nyawa," katanya.
Berikut tuntutan aksi penyelesaian banjir di Bandar Lampung:
1. Menuntut Walikota membuat Grand Design/Peta Jalan penanganan banjir di Bandar Lampung secara holistik.
Dalam pembuatan rencana tersebut, harus melibatkan para akademisi/pakar/ahli di lintas bidang seperti Pakar tata kota, data dasar dan analisis spasial (geomatika), pakar banjir (hidrologi dan geologi), ahli sosiologi, hukum dan ekologi, serta ahli infrastruktur (teknik sipil).
Eva Dwiana
Banjir Bandar Lampung
Massa Aksi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
