Mahasiswanya Ditemukan Meninggal Dunia, ini kata Rektor Itera Lampung
Muhaimin Abdullah
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Herry Isai Pangihutan Tobing, mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) Lampung yang hanyut terbawa ombak saat mandi di laut Pesisir Barat (Pesibar), ditemukan telah meninggal dunia, Sabtu (8/7/2023).
Mendengar kabar tersebut, Rektor Itera Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha mengatakan, dirinya mewakili seluruh civitas akademika menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya salah satu mahasiswa Program Studi Teknik Geologi, angkatan 2019.
“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan dan kesabaran,” kata Rektor.
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua yang terlibat dalam proses pencarian Herry sejak awal hingga ditemukan. Karena selama empat hari proses pencarian, dengan gotongroyong dan kerja keras berhasil menemukan korban.
"Terima kasih kepada Basarnas, BPBD, TNI/Polri, Pemerintah Kabupaten Pesibar, Pemerintah Kecamatan Pesisir Utara, Kepala Pekon Kerbang Dalam, Puskesmas dan masyarakat setempat," imbuhnya.
Prof Nyoman juga menyampaikan dukacita secara langsung kepada kedua orangtua Herry yang hadir di lokasi evakuasi di Puskesmas Pugung Tampak, Pesisir Utara.
Hingga saat ini, pihak Itera masih berfokus untuk membantu kepulangan jenazah Herry dan belum membahas terkait dengan tali asih.
"Kami masih konsen membantu pemulangan jenazah ke Tangerang," pungkasnya.
Sebelumnya Herry Isai Pangihutan Tobing, terseret arus laut di Pantai Pekon Kerbang Dalam, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, Rabu (5/7/2023) sekitar pukul 16.00 WIB.
Herry berhasil ditemukan oleh tim pencarian Basarnas dalam kondisi meninggal dunia, pada hari ke-4 pencarian, yaitu Sabtu, (8/7/2023) sekitar pukul 07.45 WIB.
Mahasiswa Itera Tenggelam
Itera lampung
KKN
Pesisir Barat
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
