HOAKS: Informasi Penutupan Pasar Pasir Gintung dan Video Kericuhan Pedagang VS Satpol PP
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Sejak beberapa hari belakangan ini, tersebar beberapa informasi yang masih belum terkonfirmasi kebenarannya, terkait kondisi di Pasar Pasir Gintung, Tanjungkarang Pusat, Kota Bandarlampung.
Informasi yang beredar luas di media sosial dan menyebabkan kebingungan masyarakat itu antara lain tentang ditutupnya Pasar Pasir Gintung, dan juga adanya kericuhan antara pedagang dengan Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang disebutkan terjadi di Lampung.
Rilisid Lampung pun mencoba mengonfirmasi kebenaran informasi itu. Menurut Juru Bicara Covid-19 yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Bandarlampung Ahmad Nurizki, video kericuhan dan juga pengumuman penutupan Pasar Pasir Gintung hingga 20 Juli 2021 tersebut adalah hoaks.
"Tidak benar itu, Hoaks!" ungkapnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Jumat (16/7/2021).
Nurizki juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah percaya dan terprovokasi dengan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Selain itu, ia juga meminta masyarakat untuk memilah dalam menyebarkan informasi di media sosial, jika belum paham benar dengan informasi tersebut.
"Jangan dengan cepat mudah menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya," mintanya.
Sebelumnya beredar sebuah video berdurasi 30 detik yang memperlihatkan kericuhan di sebuah pasar antara warga yang diduga pedagang dan Satpol PP.
Hasil penelusuran Rilisid Lampung, video kericuhan tesebut juga diisukan terjadi di Kota Metro. Namun hal tersebut sudah dinyatakan Hoaks. Telah pula dijelaskan dalam postingan akun @polresmetro_lampung, video kericuhan tersebut terjadi di Banda Aceh pada 24 Mei 2021. (*)
Hoaks
Covid-19
Kericuhan
Satpol PP
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
