Curhat Pengusaha Las soal Oksigen Langka: Dulu Ditawari, kini 'Gerilya' ke Pabrik-Pabrik

Dwi Des Saputra

Dwi Des Saputra

Bandarlampung

30 Juli 2021 20:35 WIB
Peristiwa | Rilis ID
Bengkel Besi Tua dan Pemotong Las, Foto : Dwi Des Saputra
Rilis ID
Bengkel Besi Tua dan Pemotong Las, Foto : Dwi Des Saputra

RILISID, Bandarlampung — Sejalan kebijakan mengalihkan pasokan oksigen untuk usaha ke rumah sakit, pengusaha las di Bandarlampung mulai ketar-ketir.

Pasalnya, mereka kini harus berupaya keras untuk mendapatkan oksigen agar bisnisnya tetap jalan. 

Salah satunya dialami Juster Gultom, pemilik CV Yosela yang bergerak di bidang besi tua dan pemotongan besi plat.

Ia mengaku semakin sulit untuk mendapatkan oksigen untuk usaha yang telah dirintisnya sekitar 10 tahun  ini.

"Kami biasanya disuplai PT Lampung Gas. Kalaupun ada, paling satu atau dua. Antreannya panjang sekali,” ungkap Juster Gultom ditemui di tempat usahanya di Jalan Soekarno-Hatta, Sepangjaya, Labuhanratu, Jumat (30/7/2021). 

Kelangkaan ini, menurut Gultom sudah terjadi sejak mulai oksigen untuk industri dibatasi.

Meski begitu, ia sebenarnya tidak mempermasalahkan oksigen dialihkan untuk rumah sakit. Sebab, menyangkut nyawa manusia. 

Hanya, pria asal Medan ini berharap produksi oksigen diperbanyak sehingga kebutuhan medis dan industri tetap tercukupi. 

Senada, Darmanto Aprifrizal pemilik Bengkel Las Karya Bersama. Ia butuh oksigen sebagai tekanan agar api panas dan plat mudah terpotong. 

“Kalau manual pakai gergaji nggak akan selesai pekerjaan,” keluhnya. 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

Oksigen Langka

Lampung

Pengusaha Las

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya