Adukan Nasib, Ratusan Guru Honorer di Way Kanan Gelar Aksi Damai Tuntut Jadi PPPK

Roma Dona

Roma Dona

Way Kanan

15 Januari 2025 08:46 WIB
Daerah | Rilis ID
Ratusan Guru Honor Minta Keadilan Terkait Rekrutment PPPK ( Foto : Dona )
Rilis ID
Ratusan Guru Honor Minta Keadilan Terkait Rekrutment PPPK ( Foto : Dona )

RILISID, Way Kanan — Para guru honorer berstatus R2 dan R3 hasil seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2024 tahap 1, menggelar aksi damai di kantor Bupati Way Kanan, Selasa (14/1/2025).

Koordinator lapangan mewakili para pengunjuk rasa Tanzili, menyampaikan tuntutan perubahan dan keadilan terkait pengangkatan Non-ASN database BKN R2 dan R3 ke dalam sistem PPPK penuh waktu, bukan hanya paruh waktu, mengingat tidak tersedianya formasi sesuai kebutuhan anggaran pelamar.

Ia menyebutkan, honorer berstatus R2 dan R3 yang sudah lama mengabdi, meminta pemerintah terkait melakukan penambahan formasi PPPK sesuai kebutuhan anggaran pelamar.

Selanjutnya meminta transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengangkatan PPPK.

“Kami hanya meminta keadilan dan kepastian atas masa depan kami kepada Pemerintah Kabupaten Way Kanan. Tolong dengar suara kami,” ungkap Tanzili

Sementara itu, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Way Kanan Saipul bersama Kepala Dinas dan Pendidikan machiavelli,  menyambut dengan baik para pengunjuk.rasa dan berjanji akan menyampaikan tuntutan honorer kategori R2 dan R3 yang telah masuk dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN) ke Pemerintah Pusat.

“Tuntutan kalian akan kami sampaikan, kami menyetujui tuntutan kalian sehingga akan disampaikan ke pusat,” kata Saipul.

Aksi demonstrasi ini adalah puncak dari kekecewaan guru honorer yang tak kunjung mendapatkan kepastian. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

Guru honorer

aksi damai

tuntut jadi PPK

Way kanan

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya