Pendiri NII Crisis Center Mengingatkan Bahaya Radikalisme di Media Sosial

Yuda Haryono

Yuda Haryono

Pringsewu

4 Juni 2025 12:01 WIB
Daerah | Rilis ID
Ken Setiawan saat berkunjung ke Polres Pringsewu foto ist
Rilis ID
Ken Setiawan saat berkunjung ke Polres Pringsewu foto ist

RILISID, Pringsewu — Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan, mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penyebaran paham radikalisme, khususnya melalui media sosial 

Ken Setiawan mengatakan penyebaran jaringan radikal saat ini jauh lebih terselubung dibandingkan masa lalu. Mereka sudah membaur dengan masyarakat dan tidak lagi tampil mencolok seperti dulu, membuat mereka semakin sulit terdeteksi.

Ken menyoroti media sosial yang masih menjadi sarana utama bagi kelompok radikal dalam menyebarkan ajaran mereka.

"Tidak hanya orang dewasa, tapi juga remaja, pelajar, bahkan anak-anak tingkat SMP sudah banyak yang terpapar, "ujar Ken Setiawan saat berkunjung ke Mapolres Pringsewu pada Selasa (3/6/2025).

Ken mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjadikan Pancasila sebagai rumah bersama untuk menjaga kerukunan dan keutuhan bangsa.

Ia juga mengingatkan agar tidak mudah terpecah belah oleh ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

Sementara Kapolres Pringsewu, AKBP M. Yunnus Saputra, mengatakan  komitmen Polres Pringsewu dalam menanggulangi dan menekan penyebaran paham radikalisme melalui berbagai langkah strategi, termasuk pelatihan kepada eks-insensiderik dan penguatan wawasan kebangsaan kepada.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada ajaran atau narasi yang menyimpang dari nilai-nilai Pancasila dan aktif melaporkan jika melihat adanya aktivitas yang mencurigakan atau mengarah pada paham radikalisme. Pencegahan harus dilakukan bersama-sama," pungkasnya. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

Pringsewu

Pendiri NII Crisis Center

sosialisasikan

bahaya radikalisme

melalui medsos

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya