Libur Nataru, 153 Ribu Pemudik dari Jawa Masuk Sumatera Lewat Pelabuhan Bakauheni
Tampan Fernando
Lampung Selatan
RILISID, Lampung Selatan — Ratusan ribu pemudik dari Pulau Jawa sudah masuk ke Sumatera melalui Pelabuhan Bakauheni selama momen libur Natal dan tahun baru 2024/2025.
PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni mencatat, sebanyak 153.379 pemudik dari Pulau Jawa masuk ke Bakauheni dari H-7 hingga H-3 hari Natal 2024.
Jumlah tersebut terbagi dari 7.972 pemudik pejalan kaki dan 144.407 pemudik dalam kendaraan. Lalu jumlah kendaraan tercatat sebanyak 32.293 unit dari berbagai jenis. Rinciannya motor 3.882 unit, mobil pribadi 14.894 unit, bus 1.342 unit dan truk 12.175 unit.
General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Syamsudin mengatakan lonjakan pemudik di momen libur Nataru memang sudah terjadi.
"Tadi malam memang terjadi lonjakan pemudik karena memang prediksi puncak arus mudik pertama Nataru diprediksi terjadi kemarin hingga hari ini," ujarnya, Senin (23/12/2024).
Untuk yang menuju Pulau Jawa, ASDP mencatat dalam sehari sebanyak 35.746 pemudik Sumatera memasuki Pulau Jawa. Sebaliknya dari Jawa ke Sumatera tercatat ada sebanyak 45.398 pemudik.
Kendaraan yang mendominasi mobil pribadi sebanyak 12.749 kendaraan memasuki Pulau Jawa dari Sumatera. Sementara dari Jawa ke Sumatera tercatat sebanyak 14.894 kendaraan.
"Jenis kendaraan memang masih didominasi mobil pribadi. Meski banyaknya jenis mobil pribadi yang digunakan para pemudik. Kondisi tersebut tetap aman. Karena memang kami telah mempersiapkan kantong parkir yang luas," jelasnya.
Terpisah, pengelola Tol Bakauheni Terbanggi Besar (Bakter) telah menyiapkan tiga rest area untuk menjalankan sistem tunda (delay system), yaitu kantong parkir jika terjadi kemacetan di Pelabuhan Bakauheni.
PT BTB Toll Road selaku pengelola Tol Bakter telah menyiapkan rest area KM 20 B, KM 49 B dan KM 87 B untuk kantong parkir.
Pelabuhan Bakauheni
mudik Nataru
libur natal
arus mudik bakauheni
delay system
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
