Jeritan Nelayan Ujung Tanggul, Alami Krisis Air Bersih dan Infrastruktur
Muklis
Lampung Timur
RILISID, Lampung Timur — Di tengah gemerlap pembangunan, kehidupan nelayan di Ujung Tanggul, Desa Labuhan Ratu, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) justru memprihatinkan.
Mereka terpaksa menggunakan air sungai yang tak layak konsumsi untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari minum hingga memasak, karena sumur bor bantuan yang lama tak berfungsi.
Jika ingin mengambil air yang bagus, warga harus keluar dengan jarak tempuh yang lumayan jauh, apalagi kondisi jalan rusak.
"Kalau lagi musim ikan, kami bisa beli air galon, tetapi saat musim Timuran harus prihatin," ujar Holidin, tokoh nelayan setempat, Selasa (21/10/2025).
Tak hanya krisis air bersih, warga juga mengeluhkan infrastruktur dan fasilitas umum yang terbengkalai.
"Fasilitas seperti kamar mandi umum dan lampu penerangan jalan juga tak ada. Kalau malam seperti menuju kampung hantu," keluh Jeje.
Menurut Teh Enok, jembatan penghubung yang sudah patah pun masih nekat dilewati warga.
"Mau gimana lagi? Ini jembatan yang paling cepat untuk jalan keluar dari rumah kami. Meskipun ada rasa ketakutan terjadi kecelakaan, tapi mau bagaimana lagi?" tuturnya dengan nada pasrah.
Masyarakat nelayan Ujung Tanggul berharap pemerintah segera turun tangan merealisasikan bantuan fasilitas umum yang sangat mereka butuhkan.
"Kami mohon kepada Bapak Gubernur Lampung dan Ibu Bupati Lamtim dapat segera membantu kami dengan membangun fasilitas umum dan jalan yang telah rusak bertahun-tahun," pungkasnya. (*)
Nelayan Menjerit
Krisis Air Bersih
Infrastruktur Terbengkalai
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
